MANFAAT PUASA romadhon dan AMALAN di Bulan Romadhon



Iklan Single (Bawah Judul)

adalah bulan seribu bulan dimana di bulan ini banyak kejadian yang sangat besar dan luar biasa, di bulan romadhon ini kita semua umat islam di wajibkan untuk menjalankan ibadah puasa selama sebulan penuh....
berikut ini saya samapaikan beberapa hal yang dapat menambah ilmu kita serata amalan-amalan yang dapat kita lakukan selama bulan Romadhon,semoga dengan mengerjakan amalan-amalan-amalan dapat menambah tebal iman kita dan juga dapat menambah pahala kita sehingga romdahon benar-benar menjadi lumbung pahala kita.

Ramadhan dan keutamaan beramal didalamnya, di antaranya:
1. Bulan Ramadhan adalah:
a. Bulan yang penuh Barakah.
b. Pada bulan ini pintu Jannah dibuka dan pintu neraka ditutup.
c. Pada bulan ini Setan-Setan dibelenggu.
d. Dalam bulan ini ada satu malam yang keutamaan beramal didalamnya lebih baik
daripada beramal seribu bulan di bulan lain, yakni malam LAILATUL QADR.
e. Pada bulan ini setiap hari ada malaikat yang menyeru menasehati siapa yang
berbuat baik agar bergembira dan yang berbuat ma'shiyat agar menahan diri.
2. Keutamaan beramal di bulan Ramadhan antara lain:
a. Amal itu dapat menutup dosa-dosa kecil antara setelah Ramadhan yang lewat
sampai dengan Ramadhan berikutnya.
b. Menjadikan bulan Ramadhan memintakan syfaa't.
c. Khusus bagi yang shaum disediakan pintu khusus yang bernama Rayyaan untuk
memasuki Jannah.


Amaliyah terpenting selama bulan Ramadhan tentu saja adalah shiyam (puasa),
sebagaimana termaktub dalam firman Allah pada surat al Baqoroh: 183-187. Dan
diantara amaliyah shiyam Ramadhan yang diajarkan oleh Rasulullah ialah:
a. Berwawasan yang benar tentang puasa dengan mengetahui dan menjaga ramburambunya.
"Barangsiapa berpuasa Ramadhan kemudian mengetahui ramburambunya
dan memperhatikan apa yang semestinya diperhatikan, maka hal itu akan
menjadi pelebur dosa-dosa yang pernah dilakukan sebelumnya" (HR. Ibnu Hibban
dan Al Baihaqi).
b. Tidak meninggalkan shiyam, walaupun sehari, dengan sengaja tanpa alasan yang
dibenarkan oleh syari'at Islam. Rasulullah SAW bersabda bahwa: "Barangsiapa
tidak puasa pada bulan Ramadhan sekalipun sehari tanpa alasan rukhshoh atau
sakit, hal itu (merupakan dosa besar) yang tidak bisa ditebus bahkan seandainya ia
berpuasa selama hidup" (HR At Turmudzi).
c. Menjauhi hal-hal yang dapat mengurangi atau bahkan menggugurkan nilai shiyam.
Rasulullah SAW pernah bersabda: " Bukanlah (hakikat) shiyam itu sekedar
meninggalkn makan dan minum, melainkan meninggalkan pekerti sia-sia (tak
bernilai) dan kata-kata bohong" (HR Ibnu Hibban dan Ibnu Khuzaimah). Rasulullah
juga pernah bersabda bahwa: " Barangsiapa yang selama berpuasa tidak juga
meninggalkan kata-kata bohong bahkan mempraktekkannya, maka tidak ada
nilainya bagi Allah apa yang ia sangkakan sebagai puasa, yaitu sekedar
meninggalkan makan dan minum " (Hr Bukhori dan Muslim).
d. Bersungguh - sungguh melakukan shiyam dengan menepati aturan-aturannya.
Rasulullah SAW bersabda: " Barangsiapa berpuasa Ramadhan dengan sepenuh
Iman dan kesungguhan, maka akan diampunkanlah dosa-dosa yang pernah
dilakukan " (HR. Bukhori, Muslim dan Abu Daud).
e. Bersahur, makanan yang berkah (al ghoda' al mubarok). Dalam hal ini Rasulullah
pernah bersabda bahwa: " Makanan sahur semuanya bernilai berkah, maka jangan
anda tinggalkan, sekalipun hanya dengan seteguk air. Allah dan para Malaikat
mengucapkan salam kepada orang-orang yang makan sahur" (HR. Ahmad). Dan
disunnahkan mengakhirkan waktu makan sahur .
f. Ifthor, berbuka puasa. Rasululah pernah menyampaikan bahwa salah satu indikasi
kebaikan umat manakala mereka mengikuti sunnah dengan mendahulukan ifthor
(berbuka puasa) dan mengakhirkan sahur. Dalam hal berbuka puasa Rasulullah
SAW juga pernah bersabda bahwa: " Sesungguhnya termasuk hamba Allah yang
paling dicintai olehNya, ialah mereka yang bersegera berbuka puasa. " (HR. Ahmad
dan Tirmidzi). Bahkan beliau mendahulukan ifthor walaupun hanya dengan ruthob
(kurma mengkal), atau tamr (kurma) atau air saja " (HR. Abu Daud dan Ahmad).
g. Berdo'a. Sesudah hari itu menyelesaikan ibadah puasa dengan berifthor, Rasulullah
SAW seperti prilaku yang beliau lakukan sesudah menyelesaikan suatu ibadah, dan
sebagai wujud syukur kepada Allah, beliau membaca do'a sebagai berikut ;
Rasulullah bahkan mensyari'atkan agar orang-orang yang berpuasa banyak
memanjatkan do'a, sebab do'a mereka akan dikabulkan oleh Allah. Dalam hal ini
beliau pernah bersabda bahwa : " Ada tiga kelompok manusia yang do'anya tidak
ditolak oleh Allah. Yang pertama ialah do'a orang-rang yang berpuasa sehingga
mereka berbuka" (HR. Ahmad dan Turmudzi).


Memperhatikan kesehatan.
Shaum memang termasuk kategori ibadah mahdhoh (murni), sekalipun demikian agar
nilai maksimal ibadah puasa dapat diraih, Rasulullah justru mencontohkan kepada umat
agar selama berpuasa tetap memperhatikan kesehatan. Hal ini terlihat dari beberapa
peristiwa dibawah ini:
a. Menyikat gigi dengan siwak (HR. Bukhori dan Abu Daud).
b. Berobat seperti dengan berbekam (al hijamah) seperti yang diriwayatkan oleh
Bukhori dan Muslim.
c. Memperhatikan penampilan, seperti pernah diwasiatkan oleh Rasulullah SAw
kepada sahabat Abdullah ibnu Mas'ud RA, agar memulai puasa dengan penampilan
baik dan tidak dengan wajah yang cemberut.


mengamalkan shaum Ramadhan kita perlu melaksanakan adab-adab sbb:
1. Berbuka apabila sudah masuk waktu Maghrib.
Sunnah berbuka adalah sbb:
a. Disegerakan yakni sebelum melaksanakan shalat Maghrib dengan makanan
yang ringan seperti kurma, air saja, setelah itu baru melaksanakan shalat.
b. Tetapi apabila makan malam sudah dihidangkan, maka terus dimakan, jangan
shalat dahulu.
c. Setelah berbuka berdo'a dengan do'a sbb: Artinya: Telah hilang rasa haus, dan
menjadi basah semua urat-urat dan pahala tetap wujud insya Allah.
2. Makan sahur.
Adab-adab sahur:
a. Dilambatkan sampai akhir malam mendekati Shubuh.
b. Apabila pada tengah makan atau minum sahur lalu mendengar adzan Shubuh,
maka sahur boleh diteruskan sampai selesai, tidak perlu dihentikan di tengah
sahur karena sudah masuk waktu Shubuh.
* Imsak tidak ada
sunnahnya dan tidak pernah diamalkan pada zaman sahabat maupun tabi'in.
3. Lebih bersifat dermawan (banyak memberi, banyak bershadaqah, banyak
menolong) dan banyak membaca al-qur'an
4. Menegakkan shalat malam / shalat Tarawih dengan berjama'ah. Dan shalat
Tarawih ini lebih digiatkan lagi pada sepuluh malam terakhir(20 hb. Sampai akhir
Ramadhan).
Cara shalat Tarawih adalah:
a. Dengan berjama'ah.
b. Tidak lebih dari sebelas raka'at yakni salam tiap dua raka'at dikerjakan empat
kali, atau salam tiap empat raka'at dikerjakan dua kali dan ditutup dengan witir
tiga raka'at.
c. Dibuka dengan dua raka'at yang ringan.
d. Bacaan dalam witir: Raka'at pertama: Sabihisma Rabbika. Roka't kedua:Qul yaa
ayyuhal kafirun. Raka'at ketiga: Qulhuwallahu ahad.
e. Membaca do'a qunut dalam shalat witir.
5. Berusaha menepati lailatul qadar pada sepuluh malam terakhir, terutama pada
malam-malam ganjil. Bila dirasakan menepati lailatul qadar hendaklah lebih giat
beribadah dan membaca: Yaa Allah Engkaulah pengampun, suka kepada
keampunan maka ampunilah aku.
6. Mengerjakan i'tikaf pada sepuluh malam terakhir.
Cara i'tikaf:
a. Setelah shalat Shubuh lalu masuk ke tempat i'tikaf di masjid.
b. Tidak keluar dari tempat i'tikaf kecuali ada keperluan yang mendesaka. Tidak mencampuri istri dimasa i'tikaf.
7. Mengerjakan umrah.
8. Menjauhi perkataan dan perbuatan keji dan menjauhi pertengkaran.

Iklan Single (Bawah Artikel)


Artikel "MANFAAT PUASA romadhon dan AMALAN di Bulan Romadhon" Di Posting oleh: Spesialis Wasir dari Blog Pusat pengobatan herbal ampuh, dalam kategori Islami, Umum. Melalui permalink http://www.herbaldenature.info/2011/07/manfaat-puasa-romadhon-dan-amalan-di.html. Rating: 1010 Voting: 2013, Tanggal Selasa, 26 Juli 2011, pukul 10.55. Anda dapat melihat tulisan menarik yang lainnya di bawah ini :

Tinggalkan Komentar :

 

Post Pilihan

Post Pilihan 2

Post Pilihan 3