Resensi Novel Karya Anak Bangsa



Iklan Single (Bawah Judul)

 Resensi Novel Seandainya Aku Boleh Memilih
Dalam setiap buku, novel dan lainnya terdapat resensi yang berisi tentang keunggulan dan kelemahan suatu buku. Adapun resensi novel “Seandainya Aku Boleh Memilih” yaitu :
Judul : Seandainya Aku Boleh Memilih
Pengarang : Mira W
Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit : 1999
Tempat Terbit : Jakarta
Tebal : 224 Halaman
Panjang Buku : 18 cm
Ilustrasi Buku : Merah tua, putih dan hijau; Warna dasar violet dan terdapat bunga warna putih; dan hijau tua dengan tulisan warna emas.
Awal karir Mira W sebagai penulis dimulai pada tahun 1975. selain menulis Mira W juga sebagai dokter dan staf pengajar di sebuah perguruan tinggi di Jakarta. Buku-buku karya Mira W diantaranya Sepolos Cinta Dini (Gramedia 1978), Cinta Tak Pernah Berhutang (1978) dan Permainan Bulan Desember (1979, Gramedia 1999)
Novel ini diawali dengan pertemuan antara Bandi, Haris dan Riri. Pertemuan itu menghasilkan cinta segitiga dimana Riri telah menikah dengan Bandi yang keadaannya sangat lemah, tapi Riri juga berhubungan dengan Haris, dimana Haris adalah kakak Bandi. Dari hasil hubungan Riri dengan Haris, Riri mempunyai anak yang harus ditinggalkan sejak dia masih bayi.
Berawal dari hal tersebut, mulailah konflik antara Riri, Haris, Bandi dan Ibunya yaitu tentang kebenaran siapa ibu Doni. Dan akhirnya Bandi pun mengetahui kalau Riri telah berkhianat dengan kakaknya sendiri. Masalah pun belum selesai dimana Tanti tidak mau menyerahkan Doni kepada ibunya dan dia nekat bunuh diri.
Kemampuan pengarang memaparkan plot/ alut dengan sangat baik merupakan salah satu kekuatan novel ini. Alur yang dibawakan dalam novel ini adalah alur maju, jadi para pembaca tidak bingung untuk membayangkan cerita dalam novel ini.
Penokohan antara protagonis dan antagonis sangat jelas sehingga pembaca tidak perlu berpikir mengenai siapa yang jahat dan yang baik. Tokoh Riri merupakan tokoh sentral yang mempunyai watak baik, berpikir kritis, cerdas, rela berkorban. Kesempurnaan watak Riri terlihat dalam novel ini, tetapi dalam kesempurnaan tersebut pengarang tetap menyisipkan sifat seorang manusia biasa kepada sang tokoh antagonis dibawakan oleh ibu Bandi. Ibu Bandi yang berwatak tidak mau mengalah / jahat dimana ibu Bandu tega memisahkan cucunya dari ibu kandungnya sendiri.
Sudut pandang maha tahu yang digunakan dalam novel ini juga mendukung keseluruhan cerita. Sang pengarang yang bertindak sebagai seseorang yang mengamati Riri membuat kejadian dalam novel ini ikut tertuang dalam penggunaan sudut pandang ini. Hal inilah yang mendukung alur dan latar. Watak riri juga menjadi sangat jelas bahkan sifat manusia yang dimilikinya tanpa diketahui tokoh lain dalam novel ini akan dapat diketahui oleh pembaca akibat sudut pandang yang digunakan sang pengarang
Novel ini sarat dengan amanat, bahkan dapat disebut sebagai sastra petuah. Adapun amanat yang terdapat di dalam novel ini diantaranya kita harus berbakti kepadas orang tua, kita harus bisa mengendalikan diri kita diantaranya kita atau hawa nafsu, kita pun harus mengalah kepada orang yang lemah dan kita harus berbakti pada suami jika kita sudah menikah. Amanat-amanat lain yang terselip pada berbagai bagian cerita dapat dibaca pada novel ini. Amanat-amanat tersebut terungkap jelas ketika Haris mengikuti semua yang diperintahkan ibunya dan ketika Haris dan Riri harus berkorban demi anaknya.
Pembawaan dua konflik yang sangat jelas berbeda menjadi salah satu kelemahan buku ini. Konflik pertama dibawakan dalam kebohongan yang sudah lama oleh pengarang, kemudian dilanjutkan dengan konflik kedua yang berlawanan dengan konflik yang pertama. Yakni konflik kedua ini tidak ada kebohongan dan pembalasan dari kebohongan itu. Akan tetapi, hal tersebut tidak mengurangi keunggulan novel ini dalam segi konflik yang dimunculkan. Kedua konflik tersebut tetap menarik untuk diikuti dan diketahui lanjutannya.
Jika Anda membaca novel ini, mungkin Anda tidak bisa berhenti di tengahnya. Novel ini mampu membuat pembacanya terus tertarik hingga akhir cerita. Latar dan alur cerita bagitu jelas mampu membuat Anda merasa ikut dalam ceritanya. Konflik yang menarik dan cerita ini penuh dengan amanat, juga dapat membuat pembaca lebih tertarik. Karena itu cobalah membaca novel ini dan nikmatilah cerita yang dibawakannya.



Resensi Buku Novel “Tak Putus Dirundung Malang”
Judul Novel : Tak Putus Dirundung Malang
Penulis : Sultan Takdir Alisjahbana
Penerbit : Dian Rakyat – Jakarta
Cetakan : Ke lima belas 2004
Tebal : (IV + 129) hlm
Resentator : Aam Aminatul Hasanah
Hidup butuh perjuangan, apalah arti hidup jika dilalui tanpa perjuangan? Pasti akan terasa hambar, bagaikan sayur tanpa garam, semua terlihat suram tanpa adanya cahaya dan membosankan karena hidup yang kita hadapi tak kunjung berubah. Setiap orang harus berjuang untuk mendapatkan hidup yang lebih baik, harus berjuang melawan kemelut hidup untuk menyambut cerahnya hari esok yang telah menanti. Tampaknya inilah plot yang dipilih Sutan Takdir Alisjahbana dalam novelnya yang berjudul “Tak Putus Dirundung Malang”.
Novel ini bercerita tentang nasib seseorang yang tak pernah berhenti dirundung azab-sengsara.
Berawal dari terbakarnya rumah Syahbudin. Kebakaran yang menjadikannya miskin. Syahbudin tinggal bersama 2 anaknya Mansyur dan Laminah.
Syahbudin meninggal karena sakit, Mansyur dan Laminah diasuh oleh pamannya yang tidak memiliki hati nurani berbagai caci maki dan pukulan diterima Mansyur dan Laminah tiap hari. Akhirnya mereka pergi mengadu nasib di negeri seberang, Bengkulu, dengan harapan dapat menemukan nasib yang lebih ramah pada mereka.
Disana mereka tinggal disebuah toko roti tempat mereka bekerja. Tak lama kemudian mereka keluar karena tak terasa lagi kenyamanan oleh Laminah tinggal di toko tersebut. Sekeluarnya Mansyur dan Laminah dari toko roti, Mansyur mendapat pekerjaan ditoko orang Cina. Namun sayang nasib sial tak pernah jauh dari mereka, Mansyur dipenjara karena dituduh mencuri uang orang. Sungguh kalut hati Laminah pada nasib yang menimpa kakaknya. Laminah bertambah kalut dan hancur setelah pertemuannya dengan Darwis, hingga dia tak mampu lagi berdiri menghadapi segala petaka yang selalu menghampirinya dan dia menyerah pada permainan nasibnya.
Pengarang tidak memberikan penjelasan secara rinci tentang akhir hidup para tokoh. Seperti kematian Syahbudin disini tidak dijelaskan bagaimana dia mendapat penyakit yang menyebabkan dia meninggal. Dan alasan Laminah menjatuhkan dirinya kelaut juga tidak begitu jelas.”Berhari-hari ia memikirkan, apakah sebabnya maka Laminah sampai jatuh kelaut…. tetapi sia-sia belaka. Hanya Malik yang tahu akan hal itu, tetapi ia tak pernah membuka mulutnya, sebab takut ia akan terbawa-bawa. Dengan demikian rahasia kegaiban yang sedih itu selama-lamanya tersembunyi, tak diketahui manusia.” (hlm 121). Sedangkan pada Mansyur sendiri tidak diketahui secara pasti penyebab dia jatuh kelaut. “Tetapi bagaimanapun juga mereka mencoba menerka-nerka, masalah itu tinggal gelap juga, gelap untuk selama-lamanya. Tidak ada yang tau asal mulanya dia jatuh kelaut.” (hlm 126)
Banyak moral baik yang terkandung dalam novel ini, seperti untuk mendapatkan sesuatu kita inginkan kita harus tegar dalam menghadapi segala cobaan. Tidak boleh pasrah begitu saja pada nasib yang telah digariskan untuk kita. Novel ini dapat dibaca oleh semua kalangan tentu saja dengan harapan dapat memberikan motivasi pada sipembaca supaya terus berusaha untuk mendapatkan kesentosaan dalam hidup.
Buku ini bagus sekali untuk dibaca oleh semua kalangan karena mengandung banyak amanah yang terkandung dalam hidup yang dapat menjadi pelajaran.




Kumpulan novelet (novel pendek) karya KH. Habiburrahman El Shirazy, Lc. ini berisi tiga novelet, yakni: Takbir Cinta Zahrana, Dalam Mihrab Cinta, dan Mahkota Cinta.
Takbir Cinta Zahrana menceritakan kisah perjuangan seorang muslimah tangguh dalam menekuni kariernya sebagai pendidik. Menumpuknya amanah yang harus Zahrana tanggung membuatnya “mengesampingkan” untuk segera menikah. Padahal usianya sudah saatnya untuk menikah. Seperti yang dituturkan Kang Abik dalam sekapur sirih buku ini.

Dalam novelet yang sebagian isinya saya angkat dari kisah nyata ini, saya mencoba menulis tentang indahnya ketegaran dan ketulusan di jalan Allah. Saya juga mencoba me-muhasabah-i tindakan orang seperti Zahrana yang lebih mementingkan karier akademik daripada karier membangun rumah tangga dan membina generasi. Akademik dan karier bagi siapapun, memang penting, tapi membangun rumah tangga dan membina generasi juga tak kalah pentingnya. Alangkah baiknya jika kedua-duanya berjalan seiring serirama.
Seperti halnya karya-karya Kang Abik yang lain, dalam Takbir Cinta Zahrana ini, Kang Abik juga mendendahkannya dengan gayanya yang khas, dengan suspen rapih dan terjaga, tapi penuh kejutan di sana-sini. Hal itu terbukti peristiwa saat Zahrana sedang menunggu seorang penjual kerupuk yang kata Bu Nyai-nya adalah jodoh untuk Zahrana. Di situlah, Kang Abik berhasil mempermainkan emosi pembaca serta membumbuinya dengan kejutan yang tak terduga.
Juga bagaimana keteguhan dan ketabahan Zahrana saat melawan berbagai tekanan yang datangnya bertubi-tubi dari seorang Dekan Fakultas, setelah Zahrana menolak lamarannya.
Sebenarnya, novelet Dalam Mihrab Cinta adalah ringkasan dari roman yang sedang Kang Abik persiapkan. Sebagaimana yang Kang Abik tuturkan dalam pengantar buku ini.

Novelet ini adalah ringkasan atau petikan dari roman “Dalam Mihrab Cinta” yang sedang saya siapkan. Sengaja saya kenalkan setengah dari alurnya kepada pembaca agar nantinya lebih familiar dan lebih mantap dalam membaca roman “Dalam Mihrab Cinta.” Dengan novelet ini saya mencoba menguraikn pepatah yang sangat terkenal di tanah Jawa, yaitu: “Becik keitik olo kethoro” (kebaikan akan tampak dan kejahatan akan kelihatan). Saya juga mengajak para generasi muda untuk optimis menatap masa depan.
Novelet ini awalnya bersetting di sebuah pesantren di Kediri, Jawa Timur. Berkisah tentang seorang santri bernama Syamsul yang harus menerima hukuman karena kesalahan yang tak diperbuatnya. Burhan, sahabatnya, telah memfitnah bahwa Syamsul-lah yang telah mencuri uangnya. Bahkan, ayahnya sendiri tidak mempercai Syamsul. Syamsul pun pergi meninggalkan rumah.
Syamsul berusaha mencari pekerjaan. Tapi tak tak dapat juga. Akhirnya ia berpikir untuk mencuri atau mencopet. Tapi naas. Saat melakukan itu, Syamsul terpergoki dan akhirnya dimasukkan ke dalam penjara. Ia mengaku bernama Burhan.
Setelah keluar dari penjara. Syamsul memutuskan hijrah ke Jakarta. Dengan uang seadanya, ia mengontrak sebuah rumah. Kemudian ia mengamalkan ”ilmu” yang diperolehnya dari penjara tentang teknik mencopet. Berhasil! Syamsul berhasil menerapkan ilmu copetnya. Tiap hari, Syamsul berhasil memperdayai satu korban. Suatu hari, seorang cewek berjilbab modis menjadi korbannya. Syamsul menemukan kartu mahasiswa dan foto mahasiswi tersebut sedang bersama seorang lelaki. Lelaki itu tak lain adalah Burhan.
Nah! Bagaimana kisah selanjutnya? Apakah Syamsul tetap selamanya menjadi pencopet? Akankah kebenaran masa lalunya akan terungkap? Bagaimanapula nasib Burhan?
Anda penasaran? Tentu saja. Itu karena kepiawaian Kang Abik dalam meliuk-liukkan alur cerita dalam novelet ini.
Sedangkan Mahkota Cinta berkisah tentang perjuangan seorang pemuda bernama Ahmad Zul yang sedang menempuh studi S2-nya di Malaysia. Di awal perjalanannya ke Malaysia, Allah mempertemukannya dengan Martini. Seorang TKW yang bekerja di Malaysia. Martini banyak membantu Zul di Malaysia. Ia juga banyak bercerita tentang masa lalunya yang kelam dengan suaminya, hingga akhirnya ia memutuskan hijrah ke Malaysia. Zul pun diam-diam simpati dan menaruh hati pada Martini.
Akhirnya Zul bermaksud meminang Martini. Tapi sayang, Zul tak menemukan Martini lagi di rumahnya. Martini tak lagi berada di rumah tersebut. Keinginan Zul untuk segera dengan Martini pun kandas. Zul kembali fokus menyelesaikan studinya. Tapi keinginan Zul untuk segera menikah tetap menggebu.
Akankah Zul dan Martini dapat bertemu kembali? Akankah cinta mereka dapat bersatu?
Akhirnya, kumpulan novelet Dalam Mihrab Cinta yang setebal 328 halaman dan diterbitkan atas kerjasama Republika, Pesantren Basmala Indonesia, serta melibatkan FLP (Forum Lingkar Pena) ini jangan sampai Anda lewatkan begitu saja.
Selamat menikmati!


Resensi novel Karena angin cinta
Andai saya adalah Zhang Yimou, Ang Lee atau sutradara kenamaan spesial film kolosal lainnya, maka saya tak akan menyia-nyiakan novel Najib Kailany satu ini untuk saya angkat ke layar lebar.
Betapa tidak. Novel yang berjudul asli Alyaumul Mau’uud yang berlatar belakang Perang Salib VII ini, menyajikan epik nan heroik, gelora semangat, persahabatan, strategi perang jitu, serta tentu saja berbumbu kisah cinta yang menguras air mata.
Berkisah tentang Raja Al-Malikus Shaleh Najmuddin Ayyub yang memerintah Mesir saat itu, tengah menghadapi serbuan dari tentara Perancis di bawah pimpinan langsung Raja Louis IX dan Pangeran Dareto.
Ada sepasang kekasih, Adnan bin Mundzir dan Zumrudah yang harus terpisah untuk menuruti nafsu Pangeran Turan Syah (putra Raja Al-Malikus Shaleh). Adnan dipenjara. Sementara Zumrudah dijadikan salah satu selir Pangeran Turan Syah. Adnan berhasil melarikan diri dari penjara. Begitu juga Zumrudah. Awalnya, Adnan tidak mengetahui jika Zumrudah juga berhasil lepas dari cengkeraman Pangeran Turan Syah. Mereka pun terpisah untuk beberapa lama.
Ia (Adnan) di antara api dendam: Apakah ia akan melupakan penyerbuan yang dilakukan oleh Perancis dan tanggung jawabanya, tugasnya, terhadap tanah tumpah darahnya, lalu pergi menuju Benteng Kifa untuk menuntuk balas terhadap Turan Syah, ataukah ia akan melupakan dulu masalah dendam sekarang ini dan bergabung bersama putra-putra bangsa, begerak menuju Dimyat untuk menghadapi musuh, menuntut balas kematian ayah, umatnya dan hak asasinya. Akan aku harus taat kepada orang-orang seperti mereka dan berperang di bawah komando mereka. Jika mereka menang, mereka kembali menculik wanita dan menimbulkan kekacauan bagi rakyatnya.
Akhirnya, Adnan memutuskan untuk ikut berperang. Karena bagaimanapun, perang itu lebih kejam daripada Tuan Syah. Jika Turan Syah telah menculik satu wanita, maka Perancis akan menculik semuanya.
Adnan bergabung dengan panglima pemberani bernama Fakhruddin bin Syaikhus Syuyukh. Adnan bersama sahabatnya, Abdul A’la bin Salman, berjibaku bersama melawan tentara Salibis.
Bagaimakah kisah selanjutnya? Akankah Al-Malikus Shaleh beserta tentaranya mampu mengalahkan 1800 kapal tentara Salibis yang merapat ke Mesir? Apakah Allah akan mempertemukan Adnan bin Mundzir dengan Zumrudah kembali? Bagaimana pula Fakhruddin yang diam-diam menyimpan cinta yang begitu dalam pada Syajaratuddur (permasuri Al-Malikus Shaleh)? Lalu siapakan sebenarnya Yaqutah, seorang perempuan gipsy yang sangat berperang penting dalam perang tersebut?
Novel setebal 203 halaman, terbitan Pesantren Basmala dan RumahKata ini sungguh layak untuk dinikmati.


Resensi novel : ketika derita menyepuh cinta
Judul yang manis bukan? Judul tersebut saya ambil dari mozaik #9 novel Mamo-Zein karya Ramadhan El Bouthy. Saat membaca novel ini, saya merasa berbaur dalam gemerlap istana lengkap dengan kemewahannya, di mana terhampar permadani tebal nan hangat di dalamnya, dan saya berbaring di atasnya sembari membaca novel ini, dengan dikelilingi dayang-dayang molek yang senantiasa menawarkan jus anggur dalam cawan-cawan kristalnya …. Amboi, nikmatnya.
Itu karena kepiawaian Ramadhan El Bouthy yang begitu detail dan mendalam ketika menggambarkan setting dan alur cerita dari kisah cinta klasik yang telah melegenda ini.
Berkisah tentang Amir Zainouddin, seorang raja yang memiliki dua adik perempuan, Putri Siti dan Putri Zein. Kedua putri tersebut memiliki kecantikan yang tiada tara. Suatu hari saat pesta musim semi digelar. Kedua putri pun turut merayakannya bersama penduduk pribumi lainnya. Karena tempat pesta untuk kaum laki-laki terpisah dengan kaum perempuan, kedua putri pun kemudian menyamar sebagai laki-laki, agar dapat dengan bebas bergabung dengan kaum laki-laki dan menemukan lelaki yang cocok untuk mereka.
Sayangnya, penyamaran mereka terbongkar oleh dua laki-laki yang juga telah menyamar sebagai wanita. Tajouddin dan Mamo. Saat mereka bertemu dan saling memandang, tiba-tiba Tajouddin dan Mamo jatuh pingsan. Hal itu membuat Putri Siti dan Putri Zein kebingungan, yang akhirnya meninggalkan mereka berdua setelah terlebih dahulu menukar cincin mereka.
Pertemuan itulah yang menjadi awal kisah cinta mereka. Baik Tajouddin maupun Mamo dibuat mabuk kepayang oleh kedua wanita yang menyamar sebagai lekaki di pesta musim semi tersebut. Tajouddin dan Mamo pun di dera penyakit jiwa karena cinta. Tajouddin jatuh hati pada Putri Siti. Sementara Putri Zein, menawan hati Mamo. Mereka semakin terkejut setelah mengetahui bahwa pemilik cincin tersebut adalah Putri Siti dan Putri Zein.
Begitu juga yang dirasakan Putri Siti dan Putri Zein. Bukan kepalang jatuh cintanya, hingga mereka meminta bantuan bibi Heilana, pengasuhnya, untuk meneliti siapa sebenarnya pemilik cincin yang telah menawan hati mereka itu. Heilana pun menyamar sebagai tabib tua dan berkeliling ke seluruh penjuru kerajaan untuk mengobati berbagai penyakit.
Akhirnya, Heilana berhasil menemukan Tajouddin dan Mamo. Bagi Tajouddin yang putra perdana menteri, bukanlah masalah jika ia bermaksud meminang Putri Siti. Tetapi bagi Mamo, yang hanya seorang pejabat rendahan, menjadi persoalan tersendiri.
Pinangan Tajouddin pada Putri Siti pun direstui Amir Zainouddin. Pernikahan pun berlangsung. Pertemuan Mamo dan Zein pun juga terjadi. Tajouddin berharap, dengan pernikahannya tersebut, akan memudahkan jalan bagi sahabatnya, Mamo, untuk mempersunting Putri Zein.
Ternyata tak semudah itu. Bakar, orang dekat yang selalu membersamai Amir Zainouddin, melancarkan fitnah yang keji bahwa Tajouddin sengaja mempersunting Putri Siti agar Tajouddin memiliki pengaruh yang besar di istana. Terlebih dengan rencana perjodohan Putri Zein dan Mamo yang hanya rakyat biasa.
Meski awalnya Amir Zainouddin tak menghiraukan Bakar, tapi akhirnya terjebak juga oleh kelicikan Bakar. Amir Zainouddin pun mengadakan permainan catur melawan Mamo. Pemenangnya akan berhak membuat permintaan yang harus dikabulkan oleh yang kalah. Sementara itu Bakar melangsungkan rencana liciknya.
Amir Zainouddin pun memasukkan Mamo ke dalam penjara yang kelam …
Saat dalam penjara itulah, Mamo justru menemukan hakikat cinta sesungguhnya. Cinta di atas cinta …
Nah, bagaimana kisah Mamo-Zein selanjutnya? Apakah Tajouddin menemukan cara untuk menyelamatkan sahabatnya? Apakah Amir Zainouddin menyadari kesalahannya dan akhirnya dapat mempersatukan Mamo-Zain? Bagaimana kelicikan Bakar dalam memperdayai Mamo dalam permainan caturnya melawan Amir Zainouddin? Bagaimana pula dengan Putri Zein, apakah ia mempertahankan cinta sucinya kepada Mamo? Akankah Mamo-Zein dapat bersatu?
Temukan semua jawabannya hanya dalam novel Mamo-Zein ini!
Meski tak ubahnya kisah cinta klasik lainnya yang menyuguhkan kesedihan mendayu-dayu yang berakhir sad ending, tapi Mamo-Zein ini berbeda dengan Romeo-Juliet atau Qais-Laila dalam Laila Majnun. Mamo-Zein, selain menawarkan alur cerita yang unik, menarik dan tak biasa, juga menampilkan pilihan kata yang indah, baru dan menyegarkan. Hal itu tak terlepas karena kepiawaian si penerjemah dalam mengolah kata.
Nikmati juga kisah seorang seniman musik dari Roma yang jatuh hati pada penari dan biduanita Dubai, yang kemudian menghantarnnya menjadi muallaf, menemukan hidayah Allah dan memilih jalan dakwah

Resensi novel : bumi cinta
Judul : Bumi Cinta
Penulis : Habiburrahman El Shirazy
Cetakan : 1, 2010
Penerbit : AUTHOR PUBLISHING (BASMALA) & Richmoslem.com Group
Editor-Kurator : Gadis Ania
Desainer : Abdul Basith El Qudys
Novel yang bersetting musim dingin bersalju hingga awal musim semi yang hangat  ini dibingkai dengan cover yang apik dan unik. Dimana personifikasi nama penulis lebih ditonjolkan daripada judulnya sendiri. Sebagaimana Mario Puzo dengan The Godfather atau Omerta-nya, yang dalam cover novelnya, nama Mario Puzo lebih mendominasi atau hampir sama dengan judulnya. Itu karena kualitas penulis sudah tidak lagi berharap pada manisnya judul. Apapun judulnya, atau bahkan tanpa judul sekalipun, asalkan Habiburrahman El Shirazy, adalah kualitas nomor satu. Begitulah.
Cover novel bergambar Lapangan Merah (Red Square) lengkap dengan Gereja St. Basil Moskwa Rusia yang tengah bertabur salju. Banyak spekulasi yang mengatakan bahwa bangunan dan interior dari Cathedral of Saint Basil the Blessed atau Katedral Intersesi atau Pokrovsky Cathedral itu adalah membawa unsur-unsur tertentu dari monumen-monumen Timur Lenk di Samarkand, atau unsur dari masjid Qolsharif di Kazan. Mungkin hal itu benar, karena bentuk kubah-kubahnya pun memang lebih mirip masjid daripada sebuah gereja. Tapi hal itu tetap menjadi spekulasi karena sampai saat ini pun bentuk asli masjid Qolsharif di Kazan tak pernah diketahui. Wallahu ‘alam.
Sedangkan foto berukuran besar Kang Abik plus senyum manisnya menghiasi sampul belakang novel ini. Jujur, cover bagian belakang novel ini begitu nyantol di hati.
Novel setelah 546 halaman ini dibuka dengan suasana bandara Sheremetyevo yang tengah berselimut salju. Muhammad Ayyas, pemuda Indonesia jebolan Universitas Islam Madinah yang tengah menyelesaikan master sejarah S2 di India sengaja datang ke Moskwa untuk melakukan riset penelitian untuk tesisnya. Devid, seorang kawan lamanya membantu Ayyas untuk mencarikan apartemen yang cocok untuknya. Apartemen tua tersebut berada di Smolenskaya, yang dibangun pada zaman pemerintahan Stalin, dan tepat berhadapan dengan The White House Residence.
Sayangnya, meskipun memiliki kamar tidur sendiri dalam apartemen itu, Ayyas harus berbagi ruang tamu, dapur, dan kamar mandi dengan dua wanita cantik, Linor dan Yelena. Yang tak tanggung-tanggung, Yelena adalah pelacur high class, atheis, yang menyamar sebagai guide bagi turis-turis asing yang berkunjung ke Moskwa. Sedangkan Linor adalah jurnalis sekaligus seniman orkerstra yang piawai bermain biola, padahal sebenarnya agen Mosad.
Dari sinilah konflik demi konflik dimulai. Ayyas, seorang muslim berjuang dengan keteguhan iman melawan kondisi Moskwa yang menjunjung freesex dan kebebasan tak bertuhan. Belum lagi dengan kehadiran Doktor Anastasia Palazzo, asisten Profesor Abramov Tomskii, yang membimbing penelitian Ayyas di Moskovskyj Gosudarstevnnyj Universiteitimeni Lomonosova (GMU). Sosok cerdas nan anggun Anastasia menjadi cobaan tersendiri bagi Ayyas, yang sebenarnya Anastasia sendiri jatuh hati pada Ayyas.
Dalam novel ini, Kang Abik menyajikan adu argumentasi dua tokohnya dengan memikat, Ayyas dan Anastasia. Begitu dewasa dan berkelas. Salah satunya saat Anastasia meminta Ayyas untuk menjelaskan manfaat mempelajari Sejarah. Dan Ayyas pun menjawabnya dengan gambaran rinci bagaimana kehidupan dan perjuangan Anastasia sendiri sebelum menjadi doktor di GMU. Juga saat Ayyas yang membantah teori Nietzche yang mengatakan bahwa Tuhan telah mati, di sebuah seminar.
Hal ini tentu saja membuat keimanan kita kepada Allah semakin tebal dan bertambah, Insya Allah, juga pengetahuan tentang sejarah. Jika tak berlebihan kiranya jika saya mengatakan, seperti membaca buku ensiklopedi sejarah yang tebal dengan rasa novel yang tak membosankan.
Diceritakan saat Ayyas sepulang dari Moskovsky Soborni Mechet atau Masjid Agung Moskwa, Ayyas menjumpai Linor tengah bergumul dengan Sergei Gadotov, seorang tangan kanan Boris Melnikov, Bos gang mafia Voykovskya Bratva, di ruang tamu apartemen. Ayyas merasa jijik dan langsung masuk ke dalam kamar, lalu memutar Murattal Al Qur’an dari laptop-nya keras-keras. Terang saja Sergei tersinggung dan marah besar. Perkelahian pun tak terelakkan.
Pada bagian ini, jujur saya tersenyum-senyum sendiri, berbeda dengan novel-novel sebelumnya, kali ini Kang Abik juga menampilkan tokoh yang piawai bersilat Thifan Po Khan, semacam bela diri Muslim China. Alur tempo cerita pun Kang Abik percepat sedekimian rupa, hingga saya merasa menikmati layaknya cerita silat Kho Ping Hoo. Ciat … ciat … ciat … .
Ayyas membuat Sergei tak beradaya. Saat Linor berusaha melerai, justru Sergei memukul dan mencekiknya. Beruntung Ayyas segera menolongnya. Kali ini Sergei benar-benar sekarat. Linor membawa Sergei keluar apartemen dengan mobilnya. Linor berencana menghabisi Sergei. Tapi Sergei mati dalam perjalanan. Naluri Mosad Linor pun bereaksi. Linor melenyapkan dan mengalihkan bukti-bukti agar pembunuhan bukan seolah-olah karena Ayyas dan Linor.
Di lain kesempatan, Ayyas menyelamatkan Yelena yang nyaris mati setelah anak buah Olga Nikolayenko, mucikarinya, menganiaya Yelena dan membiarkan tak berdaya di jalan bersalju.
Namun, Boris merasa tak begitu saja percaya dengan alibi Linor. Boris pun mencurigai Linor. Melihat nyawanya terancam bahaya, Linor meminta untuk Yelena untuk meletakkan ponsel Sergei di kamar mandi Olga Nikolayenko. Dengan demikian, Boris akan menyangka Olga lah pelakunya. Akibatnya, pastilah terjadi pertempuran dahsyat antara dua mafia, Voykovskaya Bratva yang di pimipin Boris, dan Tushinskaya Bratva yang dipimpin Vladimir Nikolayenko, suami Olga Nikolayenko. Yelena pun menyetujui rencana Linor agar Yelena benar-benar terlepas dari kekangan Olga dan kehidupan kelamnya.
Rencana busuk Linor dan Ben Solomon lainnya adalah membuat alibi seolah-olah Ayyas lah pelaku bom di Hotel Metropol dengan meletakkan bahan bom dalam ransel di kamar Ayyas.
Intrik demi intrik berbau mafioso ini membuat saya seperti membaca The Godfather.
Tak hanya itu, sindiran pada Indonesia yang tak seperti Rusia dalam melestarikan cagar budayanya juga Kang Abik hadirkan dalam novel ini. Sisa-sisa bangunan Rusia di masa lalu masih terawat baik, sementara Kerajaan Majapahit, Sriwaja, dan Demak yang kondang itu tak dijumpai utuh. Juga bagaimana Rusia membangun stasiun seperti musium yang anggun dan berkelas.
Akankah Ayyas akan tergoda dengan genitnya Linor, seksinya Yelena, atau anggunnya Anastasia? Berhasilkah rencana Linor mengadu domba dua kelompok mafia itu? Berhasilkah alibi Linor dan rencana pengeboman Hotel Metropol? Apakah Yelena dapat keluar dari kehidupan kelamnya dan mempercayai kembali adanya Tuhan? Akankah pernikahan Anastasia Pallazo dan Boris Melkinov? Bagaimana pula pertunangan Ayyas dan Ainal Muna? Siapakah Linor sebenarnya? Lalu bagaimana dengan Devid? Akankah Devid kembali ke jalan yang lurus?
Wow, sungguh tak bijak rasanya jika saya menceritakan semuanya di sini. Karena Anda akan kehilangan kenikmatan novel ini seutuhnya. Itu karena Kang Abik dalam novel “Bumi Cinta” ini sungguh menyajikan kejutan-kejutan di sana-sini yang pastinya akan membuat Anda tercengang. Ditambah lagi alur yang tak mudah ditebak dengan kecepatan alur yang diatur sedemikian rupa, hingga tak terasa membosankan.
Meskipun pada akhirnya Kang Abik membuat ending yang tragis dan sedikit terbuka. Hingga menjadikan banyak pembaca yang berharap ada kelanjutan dari novel “Bumi Cinta” ini.
Dan yang paling penting sebenarnya adalah hikmah yang terkandung sebagaimana Kang Abik jelaskan dalam prolog novel ini, yakni sebuah tadabbur Firman Allah QS. Al Anfal [8]: 45-47, tentang resep mujarab yang telah Allah berikan guna menghadapi musuh-musuh iman; [1] berteguh-hatilah kamu dan sebutlah (nama) Allah sebanyak-banyaknya; [2] taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan; [3] bersabarlah; dan [4] janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang keluar dari kampungnya dengan rasa angkuh dan dengan maksud ria kepada manusia serta menghalangi (orang) dari jalan Allah.
Juga nasihat Kiai Lutfi Hakim, “Eling-elingo yo Ngger, endahe wanojo iku sing dadi jalaran batale toponing poro santri lang santri agung!”, yang artinya “Pesona wanitalah yang membuat para santri gagal bertapa!
Resensi novel: sabda-sabda cinta
Kisah tentang perjalanan seorang pemuda yang tengah mencari kebenaran untuk mencapai cinta sejati. Tentang perjuangan dalam keteguhan iman yang dibalut haru biru percintaan nan memikat.
Novel yang berjudul asli Arrajuul alladzii aamana ini konon adalah novel terbaik karya Najib Kailany. Karena itulah, tak mengherankan jika novel yang diterbitkan Pesantren Basmala dan RumahKata ini telah mengalami beberapa kali cetak ulang.
Novel setelah 164 halaman ini mengisahkan tentang Iryan, seorang pianis muda berbakat dari Roma yang coba mengembangkan kariernya ke Dubai. Meninggalkan ayahnya yang seorang pendeta, ibu dan kekasihnya, Soufia.
Di Dubai tempat Iryan beserta kelompok musiknya tengah melangsungkan pertunjukan, Allah mempertemukan dia seorang penari bernama Shamsi. Mereka berkolaborasi bersama. Iryan pun langsung jatuh hati dengan pesona kecantikan dan kelembutan suara Shamsi.
Hari demi hari, kedekatan antara mereka semakin terjalin. Hingga Iryan bermaksud meminang Shamsi. Perbedaan agama membuat Shamsi harus menolak pinangan Iryan.
”Ajari aku, tunjukkan aku jalan itu, aku ingin tahu,” kata Iryan sambil berpikir.
”Sungguh kaulakukan tidak akan pernah menjadi seorang muslim kecuali setelah kau tahu dan mempelajarinya.”
”Demi kau Shamsi, aku tidak peduli segalanya.”
”Kau masuk Islam hanya karena aku, Iryan?”
Begitulah! Cinta Iryan kepada Shamsi yang begitu dalam membuatnya ingin masuk Islam. Agar dapat menikah dengan Shamsi.
Berbeda dengan Soufia, pernikahan bagi Iryan sangatlah penting. Bukan sekedar bersenang-senang yang seperti selama ini Soufia inginkan.
Iryan bertemu dengan Syaikh Iedul Housaini yang menuntun Iryan menuju jalan kebenaran. Perlahan Iryan menemukan kedamaian saat berada di masjid, dan di antara orang-orang yang tengah khusuk beribadah pada Allah. Titik hidayah mulai terang di hati Iryan. Iryan mengganti namanya dengan Abdoulla Carlou. Masuknya Iryan ke Islam membuatnya dijauhi oleh teman-teman group musiknya, terutama Benetou.
Sementara itu, Shamsi masih larut dalam nafsu duniawi. Terlebih setelah ia berkenalan Shaqar, seorang hartawan yang juga jatuh hati pada Shamsi. Namun, Iryan telah mencuri hatinya.
Di saat Iryan menemukan mulai kebenaran sejatinya, ia mulai memahami tentang makna cinta yang sesungguhnya. Iryan telah memahami mengapa ia harus memeluk Islam. Bukan semata karena cintanya pada Shamsi. Melainkan hidayah Allah yang telah menuntunnya ke jalan kebenaran.
Perubahan 180 derajat pada diri Iryan membuat Shamsi terbelalak. Betapa lelaki yang kemarin ditunjukkan Islam kepadanya, kini menjadi lelaki yang sangat taat. Bahkan, menginginkannya untuk tak menari lagi, berhijab dan menjadi muslimah sejati. Shamsi pun menolaknya. Ia bersikukuh dengan profesinya. Dunia membuat mata Shamsi silau akannya.
Begitu juga dengan ayah Iryan (Carlou) ketika mendengar perihal anaknya kini telah memeluk Islam. Terlebih Soufia. Hingga membuat Soufia terpaksa datang ke Dubai untuk membawa Iryan pulang.
Berhasilkan Soufia mendapatkan cinta Iryan kembali? Akankah Iryan goyah imannya? Atau semakin teguh keimanannya? Bagaimana pula dengan Shamsi? Akankah Shamsi mau berubah menjadi muslimah sejati? Apakah Iryan dan Shamsi akan bersatu? Ataukah berpisah? Lalu siapakan gadis yang bernama Maeshun itu?

Judul: Gita Cinta Dari SMA
Pengarang: Eddy D. Iskandar
Penerbit: Gaya Favorit Press
Tahun 1978

Novel pertama karya Eddy D. Iskandar berjudul Gita Cinta dari SMA termasuk karya yang disusun dengan hati-hati. Kisah ringkas dengan plot pendek dan sederhana ini telah mampu memikat pembaca. Novel konvensional, teratur, dan rapi ini mengisahkan kegagalan cinta pemuda bernama Galih dengan Ratna. Kisah cinta mereka ditentang orang tua karena prasangka kesukuan

Banyak hal positif dalam novel ini yang bisa dipelajari siswa SMA karena mengisahkan rutinitas anak-anak SMA yang jalan hidupnya tertib, rajin sekolah, menghormati guru, saling menolong, dan penuh penegrtian antar teman.

Novel yang lebih disukai pembaca remaja perempuan atau disebut novel feminin ini tidak lagi muncul dalam karya Eddy berikutnya yang lebih keras, bebas, dan jauh dari warna kelembutan

Birunya Langit Cinta
Identitas Buku
Judul : Birunya Langit Cinta
Penulis : Azzura Dayana
Penerbit : Qish-U
Tahun : Cetakan 2, Oktober2006
Tebal : 388 hlm.
Diresensi oleh Yudha Nugraha

Sinopsis
Dey pemeran utama novel ini merupakan siswi kelas 3 di SMA Citra Negeri Palembang. Ia memiliki nama lengkap Daiyah Khairunnisa. Kisah dalam novel ini diawali dengan usaha sahabat Dey untuk menjodohkannya dengan Sir Fatah, gura bahasa Inggris mereka. Namun Dey tidak mempedulikannya karena ia berpedoman teguh pada agamanya yang melarang berpacaran.
Bella, sahabat Dey tersebut terus berjuang dalam menjodohkan sahabatnya tersebut dengan Sir Fatah. Akibatnya Dey menjadi bahan gosip oleh seluruh siswa di sekolah itu. Salah satunya ketika Dey terpaksa nebeng Sir Fatah karena waktu telah malam dan tidak memungkinkan bagi Dey untuk pulang seorang diri.
Seiring berjalannya waktu Dey dan Sir Fatah sama-sama menyadari bahwa mereka memiliki perasaan yang sama. Cinta. Cinta yang menurut mereka datang pada waktu yang salah. Keteguhan prinsip dan iman memaksa keduanya untuk berjuang menyangkal perasaan itu. Tapi perasaan wanita tidak dapat disangkal. Saat mendengar Sir Fatah akan menikah Dey merasa sangat terguncang.
Salah satu cara yang dipilih Dey untuk melupakan Sir Fatah adalah kuliah di Bandung. Dalam perjalanan ke Bandung inilah Dey bertemu dengan Jo, seorang wartawan yang duduk dengan Dey di bus. Sebelum berpisah Jo memberikan Dey alamat adiknya yang mungkin akan Dey butuhkan selama tinggal di Bandung.
Setelah mengikuti SPMB di UNPAD Dey mengisi waktu luangnya dengan mengelilingi kota barunya tersebut. Ia pun tidak lupa mengunjungi alamat yang pernah diberikan Jo kepadanya. Setelah tiba di alamat tersebut Dey bertemu dengan Ale, adik- Jo, dan Jo. Di sanalah Jo mengungkapkan perasaannya kepada Dey. Dey yang terkejut mengetahui hal tersebut memutuskan kembali ke Palembang.
Kisah cinta Dey dalam novel ini diakhiri dengan keputusannya untuk memilih Sir Fatah menjadi pendamping hidupnya.

Kelebihan
Alur novel jelas dan didominasi alur maju,
Bahasa yang digunakan mudah dimengerti,
Konflik yang disajikan menarik,
Mengulas kebiasaan-kebiasaan kaum muslim yang dapat dijadikan pembelajaran.

Kelemahan
Lay outer novel mengurangi kenyamanan dalam membaca,
Adanya kesan kaku dalam penggunaan bahasa novel tersebut.

Kebermanfaatan
Novel “Birunya Langit Cinta” banyak memberikan pelajaran kepada remaja mengenai kaidah-kaidah pergaulan seperti,
Ajaran agama merupakan tolak ukur yang baik dalam menjalin suatu hubungan pertemanan terutama dalam islam. Dey telah memberikan contoh yang sangat mengagumkan bagi kita tentang bagaimana menjalani suatu hubungan yang telah diatur dalam agama islam.


Kasidah-kasidah cinta
Judul: Kasidah-Kasidah Cinta
Pengarang: Muhammad Muhyidin
Penerbit: DIVA Press
Cetakan: 1, Januari 2007
Tebal: 308 halaman
Ukuran: 20 x 14 cm
Novel dengan latar berwarna coklat yang dipadukan dengan warna biru tersebut, ditulis oleh Muhammad Muhyidin dengan mengangkat tema religi dalam percintaan. Novel ini mampu menghanyutkan perasaan dan hati setiap pembacanya. Di dalamnya tertulis sebuah kisah tentang perjuangan cinta antara Sriwiji, seorang anak kepala dukuh Tempelsari yang sangat cantik, shalihah, dan sangat ramah dan Nugroho, sebagai seorang pemuda penghuni dukuh Randualas yang sombong, kejam, bejat, dan suka melakukan maksiat, yang hanya disaksikan oleh kesenyapan Pegunungan Kendeng. Percintaan antar kedua insan itu ternyata banyak mengalami rintangan, terutama dari Ki Patmo, orang tua Sriwiji, dan juga Ki Singo selaku orang tua Nugroho. Ki Patmo digambarkan sebagai kepala dukuh Tempelsari yang sangat shalih sedangkan Ki Singo kepala dukuh Randualas yang jahat namun sayang terhadap anaknya. Novel religi ini diawali dengan pengenalan kedua dukuh yang ada dalam cerita.
Tersebutlah dua dukuh dengan dua wajah. Wajah satu dukuh bercahaya indah bak bulan purnama, sementara dukuh yang satunya mempunyai wajah bak raksasa baratakala. Dukuh bagai bulan purnama ini bernama dukuh Tempelsati yang terbentang di sebelah utara Pegunungan Kendeng, yang dihuni oleh kurang lebih enam puluh tiga kepala keluarga. Tiap-tiap keluarga adalah laki-laki dengan wajah bercahaya, dan tiap-tiap keluarga mempunyai satu hingga dua orang anak; yang laki-laki berparas tampan dimana bisa menjadikan seorang gadis terperosok untuk jatuh hati kepadanya; sementara yang perempuan berparas cantik dan akan membuat bulan malu unuk bersinar di malam tanggal lima belas. Ki Patmo adalah kepala dukuh Tempelsari yang sangat shalih dan ia mempunyai seorang anak perempuan bernama Sriwiji, seorang anak kepala dukuh Tempelsari yang sangat cantik, shalihah, dan sangat ramah yang selalu dikagumi di desa tercintanya itu. Sampai-sampai kedatangan Sriwiji dari menuntuk ilmu Islam pun menjadi suatu acara besar dalam desanya itu.
Berbeda dengan dukuh Tempelsari, maka wajah batarakala adalah wajah dukuh yang satunya, yang terletak di Selatan Pegunungan Kendeng. Dukuh ini bernama Dukuh Randualas, dan dihuni oleh sekitar tujuh puluh lima kepala keluarga Dan apa yang bisa dikatakan melihat perkembangan dukuh Randualas ini, karena setiap pergantian purnama, setiap itu pula ada pendatang baru-kecuali hal ini adalah bagian dari rencana rahasia ilahi yang bekerja pada pendukuhan Randualas itu. Setiap pemuda dalam dukuh itu hanya bisa melakukan perbuatan maksiat aau kejahatan lainnya, seperti membunuh baik membunuh hewan ataupun bahkan membunuh anak manusia sekalipun. Mereka tak pernah henti-hentinya untuk sekedar memabukkan diri pada tengan malam. Ki Singo kepala dukuh Randualas yang jahat namun sayang terhadap anaknya, Nugroho. Sedangkan Nugroho sendiri digambarkan sebagai seorang pemuda penghuni dukuh Randualas yang sombong, kejam, bejat, dan suka melakukan maksiat,
Kisah percinataan anatar keduanya dimulai ketika Sriwiji bersama ketiga teman-temannya hendak pergi ke sebuah air terjun tetapi tanpa sengaja mereka melihat seekor rusa yang dengan ketakutannya lari terengah-engah, dan ternyata binatang itu sedang dikejar-kejar semalaman suntuk oleh pemuda-pemuda Randualas yang kejam, Sriwiji dan juga teman-temannya merasa iba pada binatang yang tak bersalah itu. Tetapi tanpa disengaja ternyata kejadian itu menjadi awal pertemuan antar keduanya, Nugroho yang awalnya ingin membunuh binatang itu, hanya dapat terdiam menyaksikan wajah Sriwiji dengan kerudungnya yang bercahaya. Pertemuan tersebut sotak membuat mereka tak bisa melupakannya. Disinilah awal kiah “Kasidah-Kasidah Cinta” Sriwiji dan Nugroho.
Sejak kejadian itu, baik Nugroho ataupun Sriwiji hanya dapat membayangkan wajah keduanya. Setiap malammenjemput hari-hari Nugroho, ia selalu memandangi gelapnya langit dimalam hari dengan wajah Sriwiji yang terus mengikutinya. Tentunya hal tersebut membuat orang tua Nugroho menjadi terheran-heran akan perubahan putra yang seharusnya menjadi penerus ayahnya itu. Nugroho putra Ki Singo yang kejam jatuh hati pada Sriwiji yang adalah putri dukuh Tempelsari yang sangat cantik dan shalih. Nugroho terpikat oleh kecantikan Sriwiji sehingga ia tak mampu berkata apa-apa saat bertemu Sriwiji. Tak dapat dipungkiri pula wajah tampan Nugroho dapat menyita pikiran Sriwiji. Setiap malam pun wajah Sriwiji dengan setianya selalu menghampiri pikiran Nugroho,
Namun cinta mereka terhalang oleh kebiasaan dukuh masing-masing. Randualas yang kejam dan Tempelsari yang sangat taat pada agama. Sriwiji dianggap telah mencoreng nama baik dukuh Tempelsari karena tertangkap basah berduaan dengan Nugroho di puncak gunung Kendeng. Mereka dituduh berzina, padahal di sana Nugroho sedang belajar agama pada Sriwiji. Karena dibantu sahabatnya dan ibunya Sriwiji bisa pergi dari dukuh karena pada saat itu dukuh Tempelsari dan Randualas tengah berada dalam peperangan. Beberapa lama kemudian Nugroho menyusul Sriwiji ke rumah Kyai Muchtar. Di sanalah mereka menikah dan akhirnya Sriwiji pun hamil
Peperangan kedua dukuh semakin menjadi-jadi, kepala dukuh Randualas disekap warga dukuh Tempelsari dan begipun sebaliknya kepala dukuh Tempelsari ditawan oleh warga Randualas. Mendengar hal itu Nugroho dan Sriwiji yang tengah mengandung sembilan bulan kembali ke dukuh masing-masing untuk menyelamatkan keduanya. Namun di sana mereka dianggap sebagai pengkhianat sehingga keduanya kabur dan dikejar hingga ke puncak gunung Kendeng. Sriwiji yang kelelahan berlari akhirnya melahirkan anaknya di sana meninggal setelah mengadzani anaknya yang baru lahir. Beberapa lama kemudian Nugroho datang dengan bersimbah darah dari dadanya dan menadzani anaknya yang berada di sisii istrinya yang telah meninggal. Kemudian Nugroho pun meninggal.
Jasad keduanya dimakamkan di puncak gunung Kendeng oleh warga kedua dukuh tersebut. Begitupun anak dari Sriwiji dan Nugroho yang diberi nama Lanang Randusari diasuh oleh kedua dukuh. Kedua dukuh tersebut pun menjadi rukun dan damai.
Kau tak Perlu Mencintaiku
IDENTITAS BUKU
Judul: Kau tak Perlu Mencintaiku
Pengarang: Almino Situmorang
Penerbit: gagasmedia
Cetakan: 1, 2007
Tebal: iv + 183 halaman
Ukuran: 11,5 x 19 cm
Rara dan Arga adalah korban pernikahan adat. Dia baru saja patah hati karena Taka, pria yang menambat hatibya saat kuliah di Jepang. Dan kini Rara dihadapkan pada keinginan egois orang tuanya. Dia dijodohkan dengan Arga, lelaki antah berantah yang ternyata masih berkeraba dekat dengan keluarganya.
Rara terluka tetapi tak bisa berbuat apa-apa dengan keadaan ini. Dan tak bisa membenci Arga, tetapi lelaki itu tak punya tempat sekecil apa pun di dalam hati Rara. Dua orang asing dalam satu ranjang. Tapi heran mengapa Arga tiba-tiba mengakui bahwa dia mencintai Rara?
Rara adalah gadis yag berasal dari keluarga sederhana dengan kakak yng amat menyayanginya serta kedua orang tua yang amat perhatian padanya. Tetapi tak disangka, disetiap harinya, ia selalu dihadapkan dengan berbagai masalah Dia selalu menganggap bahwa semua manusia yang ada di dunia ini pasti memiliki masalah-masalah berat sepertinya. Misalnya saja Botje, ia adalah salah seorang teman Rara di kantor. Botje dijauhi banyak orang karena mereka takut tertularan AIDS dan AC/DC atau bisex. Takeda San, bos Jepang beristri banyak yang hobi menghamburkan uangnya, dan itu selalu membuatnya mabuk serta Karen yang dianggap sebagai orang gila oleh rekan-rekannya, dan yang tidak habis pikir Karen selalu menjuluki Rara sebagai ‘Perawan Tua’ bahkan yang lebih parah ia pernah menduga Rara sebagai ‘Lesbian’. Tentu perkataan Karen sangat membuat Rara marah, tetapi Rara mencoba untuk menyadarinya.
Hari-hari Rara lewatkan dengan bekerja lembur di kantornya. Semua itu membuat orang tua Rara marah, karena cucu yang selama ini mereka damba-dambakan tak kunjung datang. Sebenarnya Rara bukanlah anak mereka satu-satunya, tetapi mereka masih memiliki satu anak laki-laki bernama Jogi. Tetapi Jogi telah lama tidak bersama mereka, Jogi berada di Amerika, karena setelah menempuh study di sana, ia memilih untuk menetap disana demi menghindar dari perjodohan orang tuanya. Hal itu tentu membuat orangtua Jogi serta adik tercintanya teramat benci padanya, hingga ia pun tak pernah berani untuk pulang kerumah.
Suatu ketika, Taka, lelaki yang amat dicintai Rara datang untuk mengunjungi Rara. Sebenarnya Taka hanyalah seorang anak Petani Buah di Jepang, Rara bertemu dengannya saat Rara menempuh study di Jepang, dan Taka menjadi Guide khusus untuk Rara. Sifat Taka yang sangat perhatian pada Rara tidak dapat memaksa Rara untuk tidak mencintainya. Sampai ketika mereka berlibur Taka bergegas untuk melamar wanita yang dicintainya itu, tetapi kisah percintaan merekan pun pupus hanya karena orang tua Rara tak menyetujui pernikahan mereka, karena rang tua Rara tak ingin kehilangan anak gadis satu-satunya itu. Bukannya Rara tak pernah mempunyai hubungan khusus dengan laki-laki lain, tetapi semua hubungannya tidak pernah berakhir dengan baik, Karena Rara hanya mencintai Taka. Akhirnya Rara dan Taka mencoba untuk melupakan segala kenangan yang mereka punya, walau tentu itu akan sangat berat.
Sampai pada suatu ketika Andrew datang, ia adalah salah satu teman Rara. Tak disangka Andrew yang selama ini menghilang, sangatlah mencintai Rara dan ia berniat untuk melamarnya, tetapi saat Rara telah mencoba untuk mencintai Andrew, rencana itu pun gagal, karena ternyata selama ini Andrew mengidap kanker otak stadium akhir. Tentu kejadian itu sangat memukul hati dan jiwa Rara. Rara sangat bersalah pada Papa nya, sebab ternyata Papa nya mengidap penyakit jantung. Karena itulah saat kerabat dekat Papa Rara datang untuk menjenguk Papa Rara di rumah sakit datang, Rara langsung dijodohkan dengan anak kerabatnya, laki-laki tersebut bernama Arga. Akhirnya pernikahan itupun terlaksana walau tanpa ada rasa cinta di antara keduanya, karena sebenarnya Arga pun mempunyai cinta yang lain, cinta pada seorang wanita yang ternyata sudah mempunyai suami.
Walaupun mereka telah menjadi pasangan, tetapi mereka seperti selayaknya dua orang asing dalam satu ranjang. Baik Rara ataupun Arga menganggap bahwa mereka menikah hanya demi membahagiakan orang tua Rara. Selain itu, hubungan Rara dengan mertuanya pun tak pernah harmonis. Suatu saat Rara yang telah pindah bekerja, mendapat tugas untuk pergi ke Jepang, tentu hal tersebut tak di sia-sia kan oleh Rara, karena ia ingin menemui tambatan hatinya, Taka. Dan sangat mengejutkannya, disaat Rara telah kembali dari Jepang, ia menemukan ayah yang selama ini ia sayangi telah meninggalkannya untuk selamanya. Rara yang selama ini dikenal sebagai gadis periang, berubah menjadi seakan-akan patung dan ternyata ia menyimpan rasa kesal pada Arga yang tak pernah memberitahukannya bahwa ayah Rara sedang sekarat.
Setelah kejadian itu lah, mereka saling memahami satu-sama lain. Mereka mencoba mengulang semuanya dari awal. Arga yang menyatakan cintanya pada Rara tidak dipercayai wanita itu begitu saja, ia tak pernah mempercayainya. Suatu ketika Arga mnawarka untuk menjemput Jogi di Amerika seirin dengan ditugaskannya Arga unruk ke Amerika olehkantornya. Akhirnya Arga berhasil membawa Jogi pulang, dan ternyata alasan Jogi untuk tetap tinggal di Amerika dapat diterima oleh Rara serta mamanya. Akhirnya keluarga mereka pun berkumpul kembali. Rara pun dapat melihat cinta di mata Arga untuknya, begiu juga Arga. Saat Jogi hendak kembali ke Amerika, ternyata Rara yang telah mecintai suaminya dengan sepenuh hati ingin pergi ke Amerika juga untuk berbnulam madu. Akhirnya Rara dan juga Arga dapat hidup bahagia dengan segala cinta yang mereka punya untuk pasangannya.



Ketika Cinta Tak Mau Pergi
IDENTITAS BUKU
Judul: Ketika Cinta Tak Mau Pergi
Penulis: Nadhira Khalid
Penerbit: Lingkar Pena Publishing House
Cetakan: I, Oktober 2007
Tebal: 312 halaman
Novel ini tentang kawin lari yang disahkan jika sepasang sejoli hendak menikah tapi tidak direstui orangtua, pembolehan pernikahan bila calon mempelai telah dibawa memasuki wilayah desa pihak lelaki, tradisi midang yang diam-diam dipantau orangtua wanita, sampai kebiasaan orang Sumbawa menggembalakan ternak dengan melepaskannya begitu saja meski mencari makan di ladang orang lain dan tanggung jawab seorang anak sulung dalam keluarga Sasak.
Setiap karakter menciptakan kesan mendalam bagi saya. Lalu Kertiaji yang membuat gemas karena begitu rapuh digerogoti cinta, Lalu Ratmaji yang tegas dan dewasa, Japa si pemuda serakah, Sahnim yang malang, termasuk dukun Sipah yang rela menolong pasien tanpa imbalan dan Ismuhadi yang membenci bangsawan karena masa kecilnya yang pahit. Jangan bayangkan KCTMP sebagai romansa melankolis ala Romeo dan Juliet. Cinta bukan sajian utama Nadhira Khalid. Porsi lebih besar diberikan pada persoalan sosial di Lombok dan Sumbawa, berikut adat-istiadat dan sikap manusia.
Saya gemas dan turut terhanyut pedih kala Acing merampok dua kerbau andalan keluarga Lalu Batarpi, kagum pada kepala keluarga yang menolak menyerah pada nasib atau berlaku curang dengan tetap menerima beras jatah transmigran sekalipun meninggalkan lahan, terpukau oleh hubungan rumit Ruslan dan Sumenep, juga larut dalam ulang-alik kehidupan Lalu Kertiaji yang berupaya menggapai kebahagiaan dan tidak larut dalam cintanya yang kandas.
Terasa benar pesan dalam novel ini, bahwa cinta jangan sampai membuat kita lupa diri pada kewajiban dan berbuat hal-hal yang bodoh. Antara lain hal itu tersirat dalam teguran keras Lalu Wirehadi pada keponakannya, “Panggilan perasaan cinta tak harus selalu dituruti. Terutama kalau perasaan itu menjerumuskanmu dalam kehinaan.”. “Dan kau tahu, perbuatamu itu tak lain adalah nafsu setan. Terlarang dalam agama. Berani kau sakiti hati amaqmu, aku yang akan membunuhmu.”
Cerita Lalu Kertiaji mengandung segenggam mutiara. Tentang harga diri manusia, lelaki, keluarga, dan jatuh bangun menciptakan keindahan hidup dengan landasan bersyukur serta berpijak pada kenyataan. Dalam tempo kurang dari dua hari, saya menuntaskan membaca sebab cinta tak mau pergi dari karya Nadhira Khalid ini

KEUNGGULAN
Latar belakang budaya Sasak yang dihadirkan dalam novel ini sungguh
mempesona. Judul manis yang didukung warna dominan merah muda, sesungguhnya Ketika Cinta Tak Mau Pergi lebih banyak menggulirkan cerita yang gangat menarik.

KEKURANGAN
Namun sayangnya grafis yang ditampilkan berupa gambar hitam putih. Alangkah lebih baik apabila grafis tersebut berwarna.hehe

KEBERMANFAATAN
Terasa benar pesan dalam novel ini, bahwa cinta jangan sampai membuat kita lupa diri pada kewajiban dan berbuat hal-hal yang bodoh.

Sang Pemimpi
IDENTITAS BUKU
Judul Buku : Sang Pemimpi
Penulis : Andrea Hirata
Penyunting : Imam Risdiyanto
Penerbit : Bentang Pustaka
Cetakan : I, Juli 2006
Tebal: 295 halaman
Jauh di pedalaman pulau Belitong, tiga orang anak di sebuah kampung Melayu bermimpi untuk melanjutkan sekolah mereka hingga ke Perancis, menjelahi Eropa, bahkan sampai ke Afrika. Ikal, Arai, dan Jimbron, merekalah si pemimpi itu, walau bagai punguk merindukan bulan, mereka tak peduli, mereka memiliki tekad baja untuk mewujudkan mimpi mereka, hidup di daerah terpencil, kepahitan hidup, kemiskinan, bukanlah pantangan bagi mereka untuk bermimpi. Mereka tak menyerah pada nasib dan keadaan mereka, bagi mereka mimpi adalah energi bagi kehidupan mereka masa kini untuk melangkah menuju masa depan yang mereka cita-citakan.
Novel kedua Andrea Hirata “Sang Pemimpi” ini bertutur bagaimana ketiga anak kampung Melayu di kawasan PN Timah Belitong menjalani hari-hari mereka bersama mimpi-mimpinya. Karena masih merupakan kelanjutan dari novel pertamanya Laskar Pelangi, Sang Pemimpi pun masih bertutur mengenai memoar kehidupan Ikal, dalam menapaki kehidupannya. Jika dalam Laskar Pelangi tokoh Ikal yang ketika SD hingga SMP ditemani oleh kesepuluh teman-temannya yang dinamai Laskar Pelangi, kini Ikal yang telah bersekolah di SMA ditemani oleh dua orang temannya Arai dan Jimbron.
Arai sebenarnya masih memiliki hubungan darah dengan Ikal, kedua orang tuanya meninggal dunia ketika ia masih kecil. Arai tak memiliki saudara kandung sehingga setelah kematian kedua orang tuanya Arai diasuh oleh kedua orang tua Ikal di kampungnya sehingga bagi Ikal, Arai adalah saudara sekaligus sahabat terbaik baginya, Arai memiliki pribadi yang terbuka dan cerdas. Sedangkan Jimbron adalah sosok rapuh, ia tak secerdas Ikal dan Arai, ia gagap dalam berbicara semenjak kematian ayahnya. Jimbron sangat terobsesi oleh kuda, padahal di kampungnya tak ada seekorpun kuda bisa ditemui, nantinya kisah Jimbron dan obsesinya ini menjadi bagian yang menarik dan lucu pada buku ini Ikal, Arai dan Jimbron memiliki rasa kesetiakawanan yang tinggi, mereka bahu membahu mewujudkan mimpi mereka, saat itu PN Timah Belitong sedang dalam keadaan terancam kolaps, gelombang PHK besar-besaran membuat banyak anak-anak tidak bisa meneruskan sekolah mereka karena orang tuanya tak sanggup membiayai. Mereka yang masih ingin bersekolah harus bekerja. Demikian juga dengan ketiga pemimpi, begitu tamat SMP mereka ingin tetap melanjutkan sekolah mereka, karena di kampung mereka tak ada SMA, mereka harus merantau ke Magai, 30 kilometer jaraknya dari kampung mereka. Untuk itu mereka tinggal bersama-sama dalam sebuah los kontrakan, sedangkan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-harinya mereka bekerja mulai dari penyelam di padang golf, office boy di sebuah kantor pemerintah hingga akhirnya bekerja sebagai kuli ngambat, yang bertugas menunggu perahu nelayan tambat dan memikul tangkapan para nelayan itu ke pasar ikan. Menurut hirarki pekerjaan di Magai, kuli tambat adalah pekerjaan yang paling kasar yang hanya akan digeluti oleh mereka yang tekad ingin sekolahnya sekeras tembaga atau mereka yang benar-benar putus asa karena tidak memiliki pekerjaan lain. Hal ini membuktikan bahwa ketiga pemimpi ini memiliki hati yang sekeras tembaga untuk bisa bersekolah untuk mewujudkan mimpi mereka.
KEUNGGULAN
Buku ini memiliki banyak hal yang menarik. Dari segi penuturan, Andrea tampaknya masih konsisten menyuguhkan kisah-kisah kehidupan yang memesona yang dirangkai dengan kalimat-kalimat yang menyihir pembacanya sehingga pembaca dibawa berkelana menerobos sudut-sudut kehidupan anak-anak kampung Melayu yang polos dan sederhana.
Tiap-tiap kisah yang dituturkan baik yang penuh dengan kelucuan, keharuan, tragedi dll diungkap dengan teknik bercerita yang memukau, tak heran jika Nicole Horner dalam endorsmentnya mengatakan bahwa Andrea adalah seorang seniman kata-kata.
KEKURANGAN
Isi dari novel ini menceritakan suatu mimpi atau impian yang sulit dijalankan atau bertolak belakang dengan kehidupan kita sekarang ini.
KEBERMANFAATAN
Dari kesederhanaan buku inilah pembaca akan disadarkan bahwa kemiskinan dan berbagai hambatan yang membelit cita-cita seseorang bukanlah alasan untuk berhenti bermimpi.
Selain itu Melalui rangkaian kisah-kisah dalam buku ini baik yang filosofis, menyentuh bahkan menggelikan akan terlihat secara jelas betapa dashyatnya tenaga mimpi dari tokoh-tokohnya sehingga membawa mereka untuk terus berjuang menaklukkan berbagai rintangan- yang mereka hadapi untuk mewujudkan mimpi mereka.

Cinta Tak Melantunkan Sesal
IDENTITAS BUKU
Judul : Cinta tak melantunkan sesal
Pengarang : Mira W.
Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbitan : 2001
Ukuran Buku : 18 cm x 11 cm
Tebal Buku : 296 halaman
Desain Sampul : Marcel A.W.
Andika Andrawina sangat beruntung karena memiliki tetangga sebaik Erlin. Berkat kemurahan hati Erlin, rumah tangga Andika yang di ujung tanduk itu pun dapat terselamatkan. Erlin berjanji akan memberikan anak yang tengah ia kandung pada Andika.
“Mas Har kan sedang study di Sidney, Mbak hanya tinggal telepon dia, dan katakan kalau Mbak hamil. Meskipun sebenarnya cuma pura-pura hamil…”
Awalnya Andika bimbang. Tegakah ia membohongi Hardianto? Tapi kenapa tidak ? Ini semua demi kebahagiannya. Dan demi kelangsungan rumah tangga mereka berdua pula. Andika sudah tidak mungkin lagi memberikan suaminya keturunan. Dokter Auliya telah memvonisnya mandul. Tidak ada pilihan lain. Andika terpaksa mengikuti rencana Erlin.
Setahun kemudian, sepulang Hardianto dari Sidney, semenjak Bunga, bayi mungil itu hadir, kehidupan rumah tangga Andika dan Hardianto terasa sempurna. Mereka teramat sangat menyayangi Bunga.
Sementara bagi Erlin, kehilangan seorang anak tidaklah menjadi masalah. Toh Andika telah memberikan ‘uang susu’ padanya. Uang itu dapat menghidupi ketiga anaknya serta memenuhi setumpuk kebutuhan yang lain selama Bang Azwar, suaminya, belum mendapatkan pekerjaan.
Namun, malam itu menjadi malam terakhir Andika menikmati kebahagiannya…..
Seorang laki-laki menelepon Andika dan meminta sejumlah uang padanya. Laki-laki itu mengancam akan membongkar seluruh kebohongan Andika pada suaminya. Andika panik, ia mengiyakan saja permintaan laki-laki itu.
Tepat pukul delapan malam, si pemeras datang ke rumah Andika. Ia memakai selubung kepala berwarna hitam. Si pemeras memaksa Andika untuk menyiapkan uang lebih banyak lagi dan bersikeras akan mengambilnya besok malam. Tentu saja Andika menolak. Namun si pemeras malah menyodorkan pisaunya. Andika ketakutan, dadanya sesak, ia seperti kehilangan separuh nafasnya. Refleks, Andika hanya mengangguk-angguk saja, mengiyakan permintaan pemeras itu untuk yang kedua kalinya. Dan saat laki-laki berselubung hitam itu berbalik, melangkah meninggalkan Andika,,,, BUUKKKG. Ia jatuh telungkup ke lantai. Andika histeris, ia tidak mengira akan senekat itu memukul kepala si pemeras dengan jambangan bunga. Entah kekuatan apa yang merasukinya.
Atas bantuan Erlin, Andika membuang mayat laki-laki pemeras, yang tidak lain adalah Bang Azwar itu ke tepi sungai. Andika sangat merasa bersalah, namun Erlin tetap berusaha menguatkannya.
“Ini adalah kesalahan Bang Azwar, Mbak, bukan Mbak.”
Tapi tetap saja, Andika merasa ketakutan, ia seperti dikejar-kejar dosa. Andika tertekan karena selama sepuluh hari terakhir ini ia terus dibayang-bayangi oleh arwah Bang Azwar. Akhirnya, ia tidak dapat lagi membendung perasaan bersalahnya dan memutuskan untuk menyerahkan diri ke pihak yang berwajib.
Dengan demikian, terbongkarlah kebohongan Andika. Hardianto sangat kecewa karena Andika mengatakan kalau Bunga bukanlah anak kandungnya.
Andika divonis lima belas tahun penjara. Bersamaan dengan itu, Hardianto menceraikan Andika.
“Bunga butuh seorang ibu, lima belas tahun itu bukanlah waktu yang singkat. Aku dan Bunga tidak dapat menunggumu. Meski dia bukan anak kandungku, tapi aku sangat menyayanginya. Akan kulakukan apapun demi perkembangan jiwa dan raganya. Kau juga menyayangi Bunga kan, An?”
Hati Andika yang sudah retak, menjadi hancur lebur seperti cermin dibanting ke batu. Semangat hidup pun telah memudar. Andika telah kehilangan segalanya. Masa depannya, anaknya, dan kini suami yang sangat dicintainya pula.
Untunglah ada Batara, seorang perwira polisi, yang begitu perduli dan perhatian pada Andika. Awalnya Batara hanya bersimpati pada Andika, tapi entah mengapa perasaan itu berubah menjadi cinta. Sekuat tenaga Batara kembali mengumpulkan bukti-bukti baru atas kasus pembunuhan itu, agar Andika terbebas dari hukuman. Batara yakin, perempuan sepolos dan selugu Andika pastilah dijebak. Dan, dugaan Batara benar,,,,,.
Batara berhasil membebaskan Andika dan meringkus penjahat yang sebenarnya, yaitu Hardianto dan Erlin. Hardianto dan Erlin telah lama menjalin hubungan gelap. Bunga adalah buah cinta mereka berdua. Mereka menyingkirkan Azwar dan sengaja menjebak Andika. Azwar hanya pingsan ketika Andika dan Erlin meninggalkannya di tepi sungai, kemudian Hardianto datang dan memukulnya sekuat tenaga hingga tak bernyawa. Andika yang berhati suci tentu akan merasa dikejar-kejar dosa hingga memutuskan untuk menyerahkan diri ke pihak yang berwajib. Selanjutnya, Hardianto dan Erlin pun menikah.
Sungguh keji perbuatan mereka!! Mereka memang pantas meringkuk di penjara dalam waktu yang lama.
Namun, pengacara Hardianto begitu handal sehingga Hardianto terbebas dari jeratan hukum. Sementara Erlin,,,. Ia telah mendapatkan ganjaran atas perbuatannya. Ya, Erlin kehilangan akalnya. Ia depresi berat karena arwah Bang Azwar terus mengganggunya.
Perlahan, Andika mulai mendapatkan kebahagiannya kembali. Selama Erlin menjalani perawatan di rumah sakit, Andika mendapatkan izin dari Hardianto untuk merawat Bunga. Hardianto sangat menyesal atas dosa yang ia lakukan pada Andika. Ingin sekali, ia mengajak Andika rujuk. Tapi Andika telah menentukan pilihannya. Ia lebih memilih merajut kisah cinta baru dengan Batara.
Suatu hari, Erlin datang ke rumah Andika. Erlin begitu marah, cemburu, karena ternyata Hardianto masih menaruh hati pada Andika. Erlin takut akan kehilangan Hardianto dan Bunga nantinya. Tanpa pikir panjang, Erlin berusaha menusuk Andika. Saat itu juga, Hardianto muncul dan berusaha menyelamatkan Andika dari amukan istrinya. Namun naas, pisau Erlin tertancap di punggung Hardianto. Hardianto pun segera dilarikan ke rumah sakit. Andika syok, cemas, ia sangat mengkhawatirkan keadaan mantan suaminya. Untung Batara segera menyusul ke rumah sakit sehingga bisa menenangkan hati Andika. Tidak lama kemudian, Batara mendapatkan telepon dengan kabar yang mengejutkan. Erlin bunuh diri! Entah apa yang ada di benaknya.
Setelah kematian Erlin, Hardianto menikah lagi. Disamping membutuhkan istri, ia juga membutuhkan seorang wanita yang mampu mengurus anak-anak yang ditinggalkan Erlin, yang kini menjadi tanggungannya. Sementara Andika, hidupnya telah bahagia bersama Bunga, dalam payung lindungan Batara.
Itulah cinta. Apapun dapat dilakukan karena cinta. Seperti Andika yang dengan ikhlas memaafkan kesalahan Hardianto karena cinta. Seperti Batara yang berupaya keras mengeluarkan Andika dari bui karena cinta. Dan Erlin yang kalap, hendak membunuh Andika, juga karena cinta. Cinta yang teramat besar pada Hardianto.
KELEBIHAN
Cerita yang disajikan sangat menarik. Tokoh utama dikisahkan banyak sekali menghadapi permasalahan hidup, sehingga timbul rasa tertarik dan penasaran dalam diri pembaca untuk mengetahui bagaimana akhir cerita “Cinta Tak Melantunkan Sesal”
(petikan cerita) Jadi habislah semua. Mula-mula kebebasannya, lalu suaminya. Dan kini, anaknya. Tak ada lagi yang tersisa. Tak ada! Untuk apa hidup ? Semua sudah punah tak bersisa.
Selain pembaca dibuai kisah cinta yang mengharukan, pembaca juga diajak untuk melatih otak, yaitu berpikir untuk memecahkan teka-teki kasus pembunuhan yang disajikan
(petikan cerita) Yang mengherankan, pada luka kecil itu ditemukan seutas benang dari bahan yang amat berbeda dengan pakaian korban. Berbeda pula dengan pakaian tersangka. Benang hitam semacam itu tidak ditemukan di tempat patah tulang yang kedua.
KEKURANGAN
Cover atau desain sampul buku tidak semenarik cerita yang disajikan dalam novel. Dengan kata lain, cover buku tidak memiliki daya tarik.
KEBERMANFAATAN
Memberikan pesan pada kita bahwa:
Hidup tidak akan pernah lepas dari cobaan. Setiap manusia pasti akan menemukan kesulitan dalam mengarungi hidup. Tapi di setiap kesulitan, di sanalah terdapat kemudahan. Yakini bahwa apapun yang terjadi, itulah yang terbaik
Janganlah sekali-kali berkata dusta, sebab satu dusta akan diiringi dusta yang lain
Sesuatu hal yang diawali dengan kebohongan, tidak akan berbuah manis
Cinta adalah anugrah terindah Tuhan. Pahit atau manis cinta, tetaplah indah untuk dikenang karena Cinta Tak pernah Melantunkan Sesal.


Kucing Di Tengah Dara
IDENTITAS BUKU
Judul buku : Kucing Di Tengah Dara
Pengarang : Agatha Christie
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Cetakan : pertama; Jakarta, Juni 1986
Jumlah halaman : 358 halaman
Diresensi oleh Ruthadaning Inayati
SINOPSIS
“Pembunuhan di Pavilyun Olahraga”

Sehari sebelum terjadi revolusi di Ramat, sebuah peristiwa penting terjadi di salah satu ruang di Istana Ramat. Pangeran Ali Yusuf, penguasa Ramat ang masih muda, memberikan sebuah bungkusan kepada sahabat sekaligus pilot pribadinya, Bob Rawlinson, yang sangat dipercayainya. Bungkusan tersebut berisi permata bernilai tiga perempat juta pound. Beliau berpesan kapada Bob agar secepatnya mengeluarkan permata-permata itu dari Ramat. Beliau juga meminta Bob untuk membawanya pergi dari Ramat.
Di hari pecahnya revolusi, Bob Rawlinson berusah membawa Pangeran Ali Yusuf keluar dari Ramat. Namun pesawat yang mereka naiki tak pernah kembali. Beberapa hari kemudian, bangkai pesawat tersebut ditemukan di Pegunungan Arolez bersama 2 jenasah penumpangnya. Media dan polisi pun gencar mencari sebab jatuhnya pesawat tersebut. Diduga ada pihak yang menyabotase keadaan pesawat.
Sementara itu di lain waktu dan tempat, Nyonya Shutclife dan anak gadisnya baru saja tiba di London. Mereka dipulangkan dari Ramatdi harimeletusnya revolusi. Namun ada yang mengintai perjalanan mereka karena diduga permata-permata itu telah disembunyikan di antara barang-barang Nyonya Shutclife, kakak Bob Rawlinson sendiri. Ada yang membongkar barang-barang mereka keesokan harinya. Tetapi rupanya apa yang orang itu cari tidak ditemukan.
Nyonya Shutclife memiliki seorang anak perempuan bernama Jennifer Shutclife yang akan disekolahkan di sebuah sekolah wanita termegah dan terhormat di Inggris, Meadowbank. Yang berekolah di sana adalah anak-anak wanita dari orang-orang kaya dan para bangsawan. Bu Bulstrode, sang kepala sekolah, berhasil mengembangkan sekolah tersebut bersama rekannya, Bu Chadwick.
Awal semester yang menyenagkan di Meadowbank terusik dengan adanya sebuah pembunuhan seorang guru olahraga di Pavilyun Olahraga Meadowbank. Bu Springer telah ditembak dan meninggal seketika. Bu Johnson dan Bu Chadwick adalah orang pertama yang menemukan jenasahnya. Kepolisian segera mencari informasi dari Bu Johnson yang masih histeris serta dari semua warga sekolah. Mereka menanyai siapa saja untuk dimintai keterangan. Setelah hampir satu bulan belum juga didapatkan kepastian siapa pembunuh Bu Springer, kasus tersebut ditutup.
Kegiatan belajar mengajar berjalan kembali. Akhir pekan yang pertama, para siswi diperbolehkan menikmati liburan bersama orang tuanya. Sekali lagi peristiwa buruk menimpa sekolah tersebut. Penculikan seorang siswi bernama Shaista, sepupu Almarhum Pangeran Ali Yusuf terjadi. Penculikan tersebut dikait-kaitkan dengan keberadaan permata-permata itu. Dan sebuah pembunuhan seorang ibu guru terjadi lagi. Yang terbunuh adalah Bu Vansittart di Pavilyun Olahraga. Beliau dipukul kepalanya dengan karung berisi pasir higga meninggal. Semua kejadian tersebut membuat para orang tua berniat untuk membawa putri mereka dari sekolah tersebut.
Seorang siswi cerdas bernama Julia Upjohn merasa ada suatu keganjilan denga Pavilyun Olahraga. Kenapa semua pembunuhan terjadi di situApa yang pembunuh itu cari di tempat tersebut, pikirnya. Akhirnya ia sampai pada kesimpulan bahwa sang pembunuh pasti mencari raket miliknya. Hal itu karena suatu kejadian dimana Jennifer, temannya, suatu hari kedatangan seorang wanita asing yang meminta raket tua miliki Jennifer untuk ditukar dengan raket yang baru. Apa yang wanita itu inginkan dari sebuah raket tuaWanita itu pasti belum tahu bahwa sebelumnya Julia dan Jennifer telah saling bertukar raekt. Hingga suatu malam Julia membungkar gagang raket itu dan menemukan permata-permata itu tesembunyi di sana.
Julia memutuskan untuk menyerahkan permata-permata itu kepada seorang detektif bernama Hercule Poirot dan memintanya untuk mengungkap segala kasus pembuuhan itu. Jadilah semua kasus itu ditangani oleh Poirot. Di seorang detektif hebat. Belum satu bulan kejadian-kejadian itu telah terungkap. Pelakunya tenyata adalah Ann Shapland, sekretaris Bu Bulstrode sendiri. Ann Shapland dikenali oleh Nyonya Julia Upjohn, ibu Julia, sebagai orang yang pernah bekerja di Dinas Intelijen sudah tentu pekerjaanya adalah mencari informasi dan dia tertarik pada permata-permata itu.
Ann Shapland ditangkap karena tuduhan membunuh Bu Springer dan Bu Blanche. Sementara Bu Vansittart dibunuh olah Bu Chadwick yang tak rela jika Bu Vansittart menjadi pengganti Bu Bustode. Kini permata-permata ituaman di tangan ahli warisnya.
KELEBIHAN
Alur ceritanya menarik dan mampu membuat penasaran para pembaca.
Bahasa yang digunakan mudah dimengerti.
Antiklimaks yanga bagus dan mendebarkan.
KEKURANGAN
Tampilan kover kurang menarik.
Terlalu banyak tokoh sehingga namanya susah diingat.
KEBERMANFAATAN
Hiburan yang menarik bagi seseorang yang suka misteri dan tantangan.
Mengajarkan pada pembaca agar tidak mudah gelap mata karena harta.
Memberikan contoh bahwa wanita pun bisa menjadi seorang pemimpin yang bijaksana seperti Bu Bulstrode
Daun-Daun yang Gugur
IDENTITAS BUKU
Judul buku : Daun-daun yang gugur
Pengarang : Maria A. Sardjono
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Tebal : 256 halaman
 “Ketika Kejujuran Dipertaruhkan”
Mira adalah seorang pengarang. Kini ia telah bertunangan dengan Totok. Masing-masing keluarga telah menyetujui hubungan mereka. Bahkan dalam waktu dekat, orang tua Totok berencana untuk meminang Mira.
Namun, kini hati Mira mulai mencintai orang lain yaitu Aris yang juga sama-sama pengarang. Mira ingin ekali utuk jujur pada Totok bahwa dia mencintai Aris tetapi hal itu selalu dibatalkan karena Mira tidak ingin menyakiti hati Totok. Namun pada akhirnya Mira mengaku juga. Totok tidak keberatan dan bersedia memaafkan Mira selama Mira tidak ingin menjalin hubungan serius dengan Aris.
Mira mengabaikan perasaannya pada Aris yang ternyata juga mencintainya dan menikah dengan Totok. Meski sebenarnya perasaan Mira masih sangatmencintai Aris. Mira juga sempat dicintai oeh Ardi, adik Aris, yang juga seniman. Namun cinta Ardi bertepuk sebelah tangan.
Rumah tangga Mira dan Totok berlangsung bahagia. Hingga akhirnya mereka dikaruniai seorang bayi laki-laki bernama Didit. Mira sangat menyayangi anak itu. Totok meraa dikesampingkan akibat perubahan sikap Mira yag sangat berlabihan terhadap anaknya.
Tanda-tanda keretakan rumah tangga Mira mulai tampak. Sikap Totok makin dingin pada Mira. Justru di saat-saat rawan tersebut Aris justru hadir kembali dalam kehidupan Mira. Mira yang sebelumnya telah melupakan Aris kini terpaksa menghadapi kenyataan bahwa ia masih memiliki perasaan pada lelaki itu. Begitu pun Aris, ia belum menikah karena cintanya pada Mira yang teramat dalam.
Suatu hari Aris datang bertamu untuk menanyakan kabar rumah tangga Mira. Aris telah lama mengikuti perkembangan tulisan-tulisan Mira dan ia merasa ada perubahan gaya tulisan wanita itu. Akhirnya Aris berkata bahwa Ardi pernah melihat suami Mira sedang bersama wanita lain. Mira masih meragukan apa yang didengarnya. Akan tetapa suau hari ibu Totok berkunjung dan mengatakan hal yang sama.
Suatu hari Totok melihat Mira pulang berdua dengan Aris. Puncaknya, mereka berengkarhebat. Akhirnya Totok mengaku bahwa akhir-akir iniTotok memang dekat kembali dengan mantan pacarnya dulu. Ia memberi simpati pada Indri karena saat itu Totok sendiri merasa telah disisihkan dari hati Mira akibat kesuksesan sang istri sebagai seorang seniman. Namun Totok masih tetap sangat mencintai Mira sehingga ia mampu membatasi hubungannya dengan Indri sebatas teman. Mendengar hal itu, hati Mira juga mengakui bahwa ia juga masih sangat mencintai Totok. Akhirnya mereka berbaikan dan berencana menyasun kembali rumah tangga mereka.

KELEBIHAN
Alur penceitaan teratu dan menarik.
Bahasa yang digunakan mudah dimengerti dan cocok untuk segala usia.
Penokohannya jelas sehingga pembaca mudah menebak siapa tokoh utamanya.
KEKURANGAN
Konflik yang dialami tokoh datar-datar saja dan tidak ada variasi yang berarti.
Cerita tentang bermesraan terlalu banyak sehingga kurang pas jika dibaca seorang yang berusia kurang dari 17 tahun.
KEBERMANFAATAN
Mengajarkan agar selalu bersikap jujur pada orang lain.
Menekankan tentang batas-batas seorang wanita yang telah bertunangan menjalin hubungan dengan lelaki lain.
Kita tidak boleh cepat berburuk sangka terhadap orang lain.
Menceritakan sedikit tentang kehidupan seorang pengarang dan seniman sehingga memberi inspirasi pada pembaca untuk berkarya.
resensi buku : novel dealova
Judul                : Dealova
Pengarang         : Dyan Nuranindya
Penerbit           : PT Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit      : 2005
Jumlah halaman : 303 halaman
Jenis buku         : Teen Lit
Sampul buku     : Sampul novel ini cukup menarik. Warnanya sangat anak muda. Terdapat gambar dua orang pria yang berbeda karakter dan seorang gadis cantik memakai baju putih dan topi kupluk putih. Latar sampul berwarna merah muda. Judul ditulis menindih gambar bagian bawah berwarna hijau dan di lapisi warna ungu tua. Pengarang buku ditulis di bagian atas buku berwarna hitam.
Isi buku           : Kara, cewek tomboy yang jago maen basket ini memang berbeda. Rambutnya panjang tidak seperti cewek tomboy lainnya yang berambut pendek. Kara sangat beruntung karena mempunyai orang tua dan kakak yang sayang banget sama dia, termasuk teman- teman kakaknya, terutama Ibel, cowok yang jago main gitar dan tidak senang dengan warna biru. Selama ini Kara hanya menganggap Ibel hanya sebatas kakak, jadi Kara tak peduli saat Ibel menunjukkan perhatiannya. Kara malah disukai oleh Dira, anak baru di sekolah yang juga jago main basket. Kara sempat benci dengan sifat Dira yang seenaknya sendiri. Namun akhirnya, benci itu menjadi cinta. Tetapi disaat cinta itu mulai berkembang ternyata Dira harus meninggalkan Kara untuk selamanya. Kara yang sedih dan kesepian mulai merasakan perhatian dari Ibel dan dia pun akhirnya jatuh cinta pada Ibel.
Kelebihan        : Banyak hal- hal yang menarik dalam cerita novel tersebut. Karakter tokohnya juga tidak monoton. Bahasanya bahasa anak muda. Cerita novel ini saling berkaitan dan smea bagus.
Kelemahan      : Masih menggunakan kertas buram. Ceritanya sedih namun happy ending. Namun bahasanya masih tampak kaku.


Beberapa Produk Denture, untuk produk yang lain silahkan bisa konsultasi ke customer service di 085293424149







Cara Pembelian Produk Denature

TATA CARA PEMBELIAN:
Smskan alamat atau konsultasi, jika tertarik > transfer pembelian > barang dikirim pake TIKI/JNE/POS kealamat rumah. No.rekening via sms atau ada di bawah ini

CARA PEMESANAN :


Silahkan lakukan Pembayaran terlebih dahulu ke salah satu rekening BANK kami dan barang kami kirim melalui Jasa pengiriman Tiki / JNE / POS.



FORMAT PEMESANAN:
Bambang, pesan Gonore, Jl Kenari No 90 RT09 RW08 Kelurahan karangsari Kecamatan Bongsari, Semarang 52537 – Jawa tengah via MANDIRI
Kirim ke no : 085293424149

CONTOH KONFIRMASI PEMBAYARAN:
Bambang, Telah Transfer Rp. 340.000, – , Via MANDIRI, Obat Gonore
Konfirmasikan Via SMS ke : 085293424149

* Perhatian :
– Jika Transfer dari rekening orang lain harap disebutkan nama pemilik rekeningnya
– Paket dikirim rapi dan tidak menyebutkan nama penyakit

Untuk Biaya Kirim/Ongkir Di sesuaikan alamat pemesan :

  1. Untuk Wilayah Pulau Jawa Rp 25.000,-
  2. Untuk Luar Pulau Jawa Rp 45.000,-
  3. Khusus Untuk Irian Jaya dan Madura Rp 85.000,-
  4. Untuk Ongkir Luar Negri Silahkan Call / WA 085293424149
Agar pesanan Anda bisa segera diproses, segera konfirmasikan pembayaran Anda via SMS ke 085293424149
  • Jika anda masih kurang jelas silahkan kontak kami langsung via Tlp/Sms 085293424149
  • Barang DIJAMIN sampai ke rumah anda dengan catatan nama dan alamat lengkap.
  • Hubungi kami apabila menginginkan bukti nomor (resi) pengiriman.
Jangan Sampai Anda mengajukan pertanyaan seperti ini???
  • Mas, nanti kalau saya transfer uangnya, barang tidak datang atau tidak dikirim bagaimana???
  • Mas, ini penipuan bukan??? Sekarang kan banyak penipuan???
  • Saya kan tidak kenal situ??? Masa saya transfer ke situ? kenal juga ngga???
Bukti Resi Pengiriman dan Paket Rapi





Sekarang jaman Online Bos, kita disini sudah terbiasa belanja Online. Sekarang
sudah Jaman Modern, sudah jaman internet, bukan jaman perjuangan lagi.
Tinggal beli, tunggu barangnya dirumah. No.resi pengiriman saya smskan.
Cek resi pengiriman di www.jne.co.id atau di Tiki www.tiki-online.com
SEPARAH APAPUN PENYAKIT YANG ANDA DERITA DAPAT DISEMBUHKAN JIKA ANDA MAU BERUSAHA MENGOBATINYA !
Silahkan jangan ragu untuk mengontak nomer kami
Call/SMS/WA : 085293424149
PIN BB : 7A68E8B4


Artikel "Resensi Novel Karya Anak Bangsa" Di Posting oleh: Spesialis Wasir dari Blog Pusat pengobatan herbal ampuh, dalam kategori . Melalui permalink http://www.herbaldenature.info/2011/11/resensi-novel-karya-anak-bangsa.html. Rating: 1010 Voting: 2013, Tanggal Selasa, 22 November 2011, pukul 20.48. Anda dapat melihat tulisan menarik yang lainnya di bawah ini :

Tinggalkan Komentar :

 

Post Pilihan

Post Pilihan 2

Post Pilihan 3