Serjarah Perang Salib



Iklan Single (Bawah Judul)

Sesudah keruntuhan Romawi Barat abad 5 M, dengan ibukotanya Roma. Dari pemerintahan Diocletianus dan Constantinopel. Romawi Barat secara bertahap pada tahun 476 M muncul lembaga yang mengambil kendali atas Mediterania Barat, kekuatan baru ini adalah
1.    Gereja Kristen
2.    Suku Jerman yang mengorganisasi suatu kerajaan yang mengganti kekaisaran Romawi Barat.
Sedangkan pada abad pertengahan timbul pembagian ibukota dari Eropa yaitu, Eropa Timur yang terletak di Byzantium atau Konstantinopel dan Eropa Barat yang beribukota di Roma. Abad pertengahan fokus pada Eropa Barat, wilayah ini mengalami keruntuhan pada abad 5 M. sedang wilayah Eropa Timur runtuh pada abad 15 M. Peristiwa penting yang terjadi di Eropa Barat adalah :
1.    Feodalisme
Feodalisme adalah suatu struktur masyarakat yang didalamnya terdapat peminjaman kekuasaan memerintah oleh kepala daerah atau yang disebut Baron. Hal tersebut adalah suatu sistem dari hubungan pertuanan dan ke-vasalan. Para vasal harus tunduk kepada raja, oleh karena para Baron telah meminjamkan tanahnya dan para vasal juga harus memenuhi tuntutan dari raja seperti membayar pajak, menyediakan bantuan. Feodalisme pada abad pertengahan ini sebagian adalah berasal dari lembaga Romawi kuno yaitu :
a.    Clientage
Lembaga ini tumbuh ketika dalam Romawi kuno terjadi kekacauan,karena menurunya kerajaan Romawi kuno dan juga exspansi dari bangsa Indo-Jerman yaitu bangsa Aria yang menyebabkan orang biasa mencari perlindungan kepada orang kaya untuk menjadi client-nya dan hidupnya juga tergantung dari orang kaya itu.
b.    Colorate
Untuk mengatasi kemerosotan di bidang ekonomi dan pertanian pada abad 3-4 M, maka kekaisaran Romawi kuno mengikat buruh tani dan para penyewa tanah untuk bertani di tanah sebagai koloni atau serfs (budak belian). Budak ini ditempatkan dengan pengawasan dari seorang yang disebut Propieters atau pemilik tanah yang luas.
c.    Precarium
Pada mulanya Precarium adalah tanah pinjaman, si penggarap tersebut menyewa tanah tersebut dan menggarapnya. Setelah itu dia membayar kepada pemilik tanah itu.
Colorate dan Precarium ini merupakan unsur penting dalam pertumbuhan Feodalisme dari jaman Kuno hingga pertengahan karena para pemilik tanah sangatlah kaya dan makmur.
Kemerosotan Feodalisme di Eropa pada abad 11 dan abad berikutnya
Ada berbagai sebab merosotnya Feodalisme di Eropa yaitu sebagai berikut :
1.    Faktor Ekonomi
Terjadi revolusi ekonomi pada abad ke 11, yaitu bangkitnya kembali perdagangan dengan dunia timur. Exspansi perdagangan dan industri menciptakan kesempatan baru dalam hal pekerjaan dan akibatnya banyak budak pindah ke kota. Juga dibukanya lahan baru untuk produksi pertanian yang menyebabkan harga membumbung tinggi terutama produk-produk pertanian.
2.    Faktor Politik
Timbulnya Negara nasional juga berpengaruh, setelah raja Karel Agung wafaf, maka daerah kekuasanya yang meliputi daerah Eropa Barat diwariskan kepada 3 masyarakatnya yang sekarang ini Prancis, Jerman, Belanda, Belgia dan Negara disekitarnya. Karena penerus dari Karel Agung mengubah sistem pemerintahan dari desentralistis yang berpusat pada Feodalisme serta raja beralih ke sentralistis dalam Negara nasional. Sistem ini dimulai sejak pemerintahan dari cucu kaisar Karel Agung yaitu raja Louis IV (1226-1270) dan raja Philip (1285-1314).
Merkantilisme
Merkantilisme yaitu suatu sistem campur tangan dari pemerintah Negara dalam memajukan dan memakmurkan serta meningkatkan kekuatan Negara. Merkantilisme juga disebut satisme (State: Negara). Usaha ini bisa berupa pembuatan pertahanan militer, Negara tetangga dan lainya. Prinsip dari faham ini juga harus dapat menjual sebanyak mungkin barang dari dalam negeri ke luar negeri, atau pendek kata menggalakan ekspor dari pada impor.
Dari timbulnya ekonomi merkantilisme dan Negara nasional, maka kekuasaan raja semakin besar karena kekuasaan dan keleluasaan raja juga bertambah, sebab semua aspek yakni politik, ekonomi, keuangan, kekuasaan seluruh Negara berada dalam kendali raja sehingga raja memiliki kekuasaan multlak yang sering disebut dengan sistem pemerintahan monarkhi absolut. Kekuasaan yang absolute inilah yang diruntuhkan oleh raja Louis XIV, XV, XVI juga oleh karena peristiwa revolusi Perancis (1789) yang lahir akibat dari Feodalisme.
Tentang abad pertengahan Eropa / agama Kristen
Agama Kristen juga mempengaruhi dalam abad pertengahan Eropa, karena perjalanan penyebaran Injil ke Eropa oleh rasul Paulus sebanyak tiga kali yaitu (46-47), (49-52), (53-57) yang disimpulkan dalam suratnya sebanyak 13 surat. 9 surat yang ditujukan kepada jemaat, dan 4 surat kepada perorangan. Paulus menolak agama Yudaisme yang sangat identik dengan Legalisme dan amalan. Surat itu sebagai berikut (Galatia, Roma, Efesus, Kolose, Filipi, Korintus, Tesalonika, Filemon, Timotius, Titus).
  

Perang Salib
Sebab-sebab timbulnya perang salib serta Imperialisme Barat yaitu :
1.    Adanya perziarahan massal
Kristen pada abad pertengahan mengalami ketakutan yang begitu hebat akan dosa, serta hukuman Tuhan yang sifatnya kekal. Karena itulah selama 400 tahun para Kristen Eropa mengadakan perziarahan ke tempat suci seperti Israel, dan karena aktivitas inilah maka timbul suatu gerakan biara yang pada waktu itu disebut gerakan biara Clun. Para peziarah dari Eropa Barat dan Timur biasanya berziarah ke Levant (Timur Tengah). Juga pada tahun 1065 seorang bishop dari Jerman memimpin ratusan ribu para peziarah.
2.    Religious was means Of Promoting Unity
Sebab yang kedua adalah sebab agama. Sebagai contoh Paus Gregorius VII, yang diturunkan tahkta kepausanya oleh raja Heinrich IV dari Jerman dan berahkir dengan kematianya tahun 1085. Para Kardinal kemudian mengangkat seorang Paus yang kuat kepribadianya yaitu Urbanus II, dia berada di kelas bangsawan namun menjadi padri dalam biara Clung dan berpengalaman sebagai asisten dari Paus Gregorius VII. Paus Urbanus II berniat menyatukan orang Kristen di bagian Eropa Barat dan Timur untuk mendukung gereja.
3.    Sebab lainya
Sebab-sebab lainya karena pemimpin-pemimpin agama di Eropa diganggu oleh pertikaian umum antara para bangsawan yaitu para (Baran dan Ksatria). Hak dari para padri, petani, rakyat umum terinjak-injak. Para pedagang banyak yang mengalami perampokan, bangunan gereja banyak yang dirusak.
4.    Surplus Idealisme
Idealisme oleh gerakan Cluny untuk bersikap fanatisme terhadap agama lain, sehingga memusuhinya terkecuali agama Islam yang tidak dimusuhi.
5.    Sebab-sebab Ekonomi
Sebab dalam bidang ini yaitu tanah-tanah pertanian di Perancis telah menyebabkan para bangsawan jatuh ke dalam hutang, lebih-lebih aturan tentang hak anak sulung di Perancis dan Inggris telah menimbulkan masalah, sebab jika demikian bagaimanakah nasib anak-anak yang masih sangat muda.
6.    Sebab Khusus
Sebab khususnya adalah adanya ekspansi dari bangsa Turki di Timur Tengah. Kira- kira tahun 1050 bangsa ini menyerbu ke Asia Barat dan menguasai kekhalifahan Abbasiyah di Baghdad, Irak. Turki juga menyerang daerah Syria, Palestina, Mesir. Pada tahun 1071 mereka menyerbu Konstantinopel. Setelah kematian Sultan yang besar serta agung yaitu Malik Shah, tahun 1292 kerajaan Turki mengalami disintegrasi. Maka Paus Urbanus II mengambil kesempatan ini untuk membakar hati orang Eropa, dalam khotbahnya dia bahkan mengajak dewan bangsawan Perancis, serta padri-padri bahwa orang Turki juga melakukan kejahatan kepada orang Kristen, ini dilakukan supaya untuk mengadu antara orang Eropa dan Turki. Maka berangkatlah mereka dan berperang dengan Turki. Setelah sampai di Byzantium mereka oleh Kaisar dikirim ke kapal untuk berlayar ke Timur Tengah. Memang pertama berahasil, pada tahun 1098 berhasil merebut Syria, lalu Yerusalem, tetapi khusus Yerusalem kemudian direbut lagi oleh Sultan Saldesi dari Mesir tahun 1187. Ahkirnya pada abad 13 daerah yang sudah direbut oleh tentara perang salib telah direbut kembali oleh tentara Islam.
Reason For the Failure of The Crusades
Ada beberapa alasan yaitu :
1.    Tidak adanya komando
2.    Pertikaian antara pemimpin ekspedisi
3.    Tentang perang salib terdiri dari beberapa suku bangsa, jadi sulit untuk penaklukan
4.    Ekspedisi telah kehilangan tujuan semula yaitu memerangi bangsa Turki Seljuk

Ambisi di Negara Eropa Barat dengan Eropa Timur
Sebagai buktinya adalah bahwa Kaisar Alexius Xommenus meminta bantuan kepada Kaisar Urbanus II untuk kepentingan perlindungan gereja ortodoks. Kaisar Alexius menganggap inilah waktu yang tepat untuk mengusir Turki serta merebut daerah kekuasaannya dulu di Asia yang direbut Turki. Sebaliknya Kaisar Urbanus II bertujuan menyelamatkan Kristen latin dan mengusir orang kafir dari tanah suci. Perpecahan antara Eropa Barat dan Timur karena ambisi para pedagang  barat yang memperluas ke timur dengan menghancurkan kota Konstantinopel demi kepentingan mereka sendiri.
Akibat perang salib
Timbulnya emansipasi terhadap rakyat kecil karena para bangsawan yang tertekan menjual hak istimewanya kepada orang kota, antara lain hak penarikan pajak, jabatan, dan para budak. Jadi para petani dapat melepaskan diri dari keluarga bangsawan, selain itu permintaan barang dari timur sangat tinggi, pertumbuhan Bank dan hilangnya Konstantinopel adalah menjadi pengantara dalam perdagangan timur dan barat yang kemudian kota-kota seperti Venesia, Genoa, Pisa menjadi monopoli dalam perdagangan di Laut Tengah. Juga berpengaruh terhadap tumbuhnya Monarkhi di Inggris dan Perancis, di bidang agama juga berdampak yaitu merosotnya Prestise Paus, juga berkembangnya fanatisme yang menyebabkan penghajaran orang Yahudi, yang membuatnya menderita, sebab kebencian terhadap orang Yahudi juga karena praktek peminjaman uang (lintah darat), tetapi yang utama adalah sehubungan dengan perang salib melawan Islam. Jadi faktor ekonomi terutama yang menyebabkan perkembangan termasuk penemuan daerah baru.

   


    Filsafat Neo – Platonisme
a.    Latar belakang timbulnya
Latar belakang timbulnya kehidupan berbiara di Eropa abad pertengahan adalah bukan pengaruh dari agama Kristen saja, tetapi juga dari filsafat Neo – Platonisme. Salah satu yang berpengaruh besar adalah pandangan dualism yang dipelopori oleh Xenofanes (556-470 SM). Aliran ini mengajarkan bahwa segala sesuatu berpangkal pada dua dasar yaitu Illahi (yang satu), dan yang banyak (yang bergerak). Paham inilah yang mempengaruhi filsafat dari Plato (427-347 SM), dan Neo – Platonisme yang berkembang dalam kekaisaran ahkir (284-476 M). Filsafat dari Plato ini yang bernama Timaios menjelaskan tentang alam baka (kekal), sedang dunia ini tidak kekal (fana), selanjutnya dia membicarakan tentang terjadinya kosmos (kosmogoni), dan susunan kosmos (kosmologi). Ciri khas filsafat Neo – Platonisme adalah mistik dan dualism, sifat ini mempengaruhi kehidupan gereja di bagian Timur Eropa (gereja ortodoks). Pendiri dari aliran ini yang sesungguhnya adalah Plotinus yang lahir tahun 204 M.
b.    Dasar ajaranya
Filsafat ini mengajarkan bahwa segala sesuatu yang ada berasal dari Tuhan dengan cara mengalir terus - menerus. Proses ini disebut Emanasi. Tuhanlah yang ber-emanasi dan hasil dari emanasi tersebut yang pertama adalah jiwa dunia. Dalam emanasi tersebut berikutnya terjadi apa yang disebut divine ideas ( pola-pola pikiran ). Menurut ajaran ini materi tidak mempunyai bentuk atau kualitas pada dirinya. Ajaran yang selanjutnya tentang mistisisme, yang mengemukakan bahwa jiwa manusia adalah milik Tuhan atau asalnya dari Tuhan sendiri. Tetapi jiwa tersebut terpisah karena bersatu dengan materi, karena itu tujuan yang paling utama dalam hidup menurut pandangan filsafat ini yaitu menyatukan kembali jiwa yang terpisah karena bersatu dengan materi, yaitu bersatu kembali dengan Tuhan ( The Divine ) dengan menjalani pertapaan, kontemplasi, dan usaha lain untuk membebaskan jiwa dari materi. Oleh karena itu Pertapaan dalam ajaran filsafat ini sangat diutamakan.

Ascestisisme
Faktor lain yang menyebabkan timbul dan berkembangnya pertapaan dalam agama Kristen abad pertengahan yaitu :
1.    Banyak protes dari orang Kristen yang saleh pada abad III dan IV karena kehidupan gereja yang semakin keduniawian dari para rohaniwan.
2.    Banyak orang Kristen yang hidup dengan penyiksaan diri, untuk menggantikan mati sahid.
3.    Adanya kepercayaan orang Kristen dengan perbuatab seperti ini dapat member contoh kepada saudara seiman yang lemah.
4.    Adanya pengaruh dari agama ketimuran yaitu Gnotisime, Manichisme yang bersifat meremehkan dunia ini dan spiritualisme yang berlebihan.
Monastisisme
Akibat dari pendapat diatas timbulah apa yang disebut Monastisisme yaitu timbulnya kehidupan berbiara. Gerakan berbiara yang pertama kali dipelopori oleh seorang bernama Pachomius yang hidup di Mesir pada pertengahan abad IV. Gerakanya itu dilanjutkan oleh santo Basil, Uskup Kapadoki. Santa Basil tidak setuju dengan cara hidup bertapa, menyiksa diri secara ekstrim, maka dia menghendaki para padrinya menjalankan hidupnya secara disiplin diri dengan bekerja mengerjakan yang berguna dan harus menggunakan sebagian besar waktunya untuk bermeditas berdasarkan keagamaan. Tipe monastisisme dari Santo Basil ini kemudian berkembang di gereja Kristen bagian Timur yang mementingkan mistik, sedang gereja Kristen bagian Barat lebih menonjolkan tentang amalan, jasa, praktek penitensi dan organisasi gereja, namun unsur mistik tetap mewarnainya. Pembaharuan biara Eropa bagian Barat dilakukan oleh santa Benedictus dari Nussia pada abad ke VI. 


 

Iklan Single (Bawah Artikel)


Artikel "Serjarah Perang Salib" Di Posting oleh: Spesialis Wasir dari Blog Pusat pengobatan herbal ampuh, dalam kategori . Melalui permalink http://www.herbaldenature.info/2012/03/serjarah-perang-salib.html. Rating: 1010 Voting: 2013, Tanggal Sabtu, 10 Maret 2012, pukul 09.10. Anda dapat melihat tulisan menarik yang lainnya di bawah ini :

Tinggalkan Komentar :

 

Post Pilihan

Post Pilihan 2

Post Pilihan 3